Serunya Merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia Di Perwakilan Indonesia di Luar Negeri!


Berita setempat
schedule 19 Agustus 2018
Indonesia
39409051 1580039338768371 3925150309503991808 n

Meskipun jauh dari Tanah Air, berkat perayaan yang diadakan disetiap perwakilan Indonesia di LN, para WNI dapat merasakan kemeriahan dan kegembiraan merayakan HUT kemerdekaan RI di perantauan.

Upacara penaikan bendera merah putih, adalah acara yang membuat para perantauan selalu terharu. Sadar berada jauh dari Tanah Air tercinta, membayangkan kemeriahan, keseruan dari pesta kemerdekaan di Indonesia. Di setiap tempat, kelurahan, RT, RW, sekolah dan tempat lainnya. Memang di Indonesia acara HUT Kemerdekaan Indonesia sangatlah spesial. Apalagi, pesta ini kerap ditandai dengan adu lomba yang sifatnya seru dan lucu. Rasanya hanya Indonesia yang punya.

Kerinduan ini bisa terobati bagi para WNI yang berkesempatan datang ke perwakilan Indonesia, KBRI atauy KJRI setempat. Karena selain upacara yang selalu dirindukan, juga tawa hangat dari serunya berbagai acara juga banyaknya lomba yang membuat yang datang terhibur.


Kemeriahan acara di KJRI Marseille

Di KJRI Marseille misalnya, setelah upacara kenaikan bendera yang dipimpin oleh  Konjen RI Marseille Asianto Sinambela dan penaikan bendera dilakukan oleh perwakilan pelajar indonesia (PPI) Marseille, acara potong kue merah putih yang dibagikan kemudian kepada seluruh yang datang kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan berbagai permainan perlombaan. Dari mulai Perang naga, aubade, makan krupuk dan kursi panas lomba ini membuat yang datang sangat terhibur dan anak-anakpun yang datang dengan pakaian daerah Indonesia, antusias berpartisipasi.


Dubes RI menyampaikan bingkisan kepada pemenang lomba anak-anak HUT RI para siswa Sekolah Indonesia Moskow

Di KBRI Moskow Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia  diperingati secara meriah dimulai dengan upacara penaikan bendera Merah Putih di pagi hari, dilanjutkan dengan sosialisasi Pemilu 2019, acara ramah tamah dan hiburan masyarakat serta penggalangan dana peduli Lombok.

Dalam sambutan saat upacara penaikan bendera, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. WahidSupriyadi, menekankan agar WNI di Rusia senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, serta turut serta membangun bangsa Indonesia meskipun jauh dari Tanah Air.

Selain staf KBRI Moskow, di antara WNI yang hadir adalah mahasiswa, tenaga kerja Indonesia dan rombongan wisatawan dari Indonesia, termasuk beberapa pendaki Gunung Elbrus dari Indonesia. Hadir pula Valery Radchenko, Konsul Kehormatan RI di St. Petersburg dan Leningrad Region, serta para warga Rusia pecinta Indonesia (Indonesianis) dan diaspora Indonesia.

Perayaan HUT RI di KBRI Moskow tahun ini diwarnai pula dengan aksi peduli Lombok. Masyarakat Indonesia di Rusia turut merasakan dan bersimpati atas peristiwa gempa bumi di Lombok yang terjadi beberapa waktu lalu. Konsul Kehormatan RI di St. Petersburg dan Leningrad Region secara langsung menyampaikan surat ucapan duka dan simpati dari Pemerintah St. Petersburg dan Leningrad Region kepada Dubes Wahid. Selain doa agar warga Lombok yang sedang mengalami musibah ini diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Tuhan Yang Esa, KBRI Moskow juga membuka kotak amal peduli Lombok.


Upacara penaikan benderea di KBRI Stockholm

Di Swedia, masyarakat indonesia merayakan HUT RI ke 73 ini di KBRI Stockholm. Upacara yang berlangsung di halaman Wisma Indonesia dan dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Bagas Hapsoro dengan dibantu oleh para pelajar indonesia dan masyrakat indonesia. Dalam amanahnya Dubes Hapsoro mengajak seluruh watga indonesia di Swedia dan Latvia untuk menjadikan HUT- Kemerdekaan ke 73 Indonesia sebagai momentum untuk mengingat kembali semangat persatuan Indonesia yang telah dibuktikan oleh para pendiri bangsa, perintis dan pejuang dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

Negara tetangga Indonesia yaitu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Sabah menyelenggarakan upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor KJRI Kota Kinabalu. Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan bertindak sebagai pembina upacara, yang dihadiri oleh Staf KJRI Kota Kinabalu, Dharma Wanita Persatuan, Guru dan siswa-siswi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu / Community Learning Center, mahasiswa, dan ribuan WNI berbagai kalangan profesi dan buruh Indonesia.


Kemeriahan HUT Kemerdekaan Indonesia di KJRI Kota Kinabalu

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan mengajak seluruh WNI di Sabah untuk memaknai peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI dengan bekerja keras dan mematuhi ketentuan hukum setempat. Suasana upacara semakin meriah dengan kehadiran sekitar dua puluhan warga Indonesia dari daerah Lumbis Nunukan di wilayah perbatasan Kaltara-Sabah Malaysia, yang mengenakan busana daerah. Mereka menyebut sebagai "Pemuda Penjaga Perbatasan RI" yang terdiri dari perwakilan Adat Dayak Agabag, Garda Muda Kabudaya Perbatasan dan Gerakan Muda Kabudaya Perbatasan, serta Kepala Desa Onggong. Menurut pembina Pemuda Penjaga Perbatasan RI, Lumbis Esos bahwa keikutsertaan mereka menghadri peringatan HUT RI di Kota Kinabalu adalah karena baru selesai melakukan napak tilas menyusuri sungai di sepanjang perbatasan wilayah Lumbis dan Sabah, Malaysia. Mereka menyatakan ingin merasakan suasana perayaan HUT kemerdekaan Indonesia di negara orang. Tambahnya, bahwa warga Indonesia yang tinggal di daerah perbatasan Kaltara-Sabah, Malaysia tidak pernah diundang untuk merayakan HUT RI di tingkat kabupaten.



Robert Yangkat, ketua Dewan Adat Dayak Agabag Lumbis menyatakan bahwa mereka sangat terharu dan gembira karena baru merasakan suasana Indonesia di KJRI Kota Kinabalu. Menurutnya nasib mereka di perbatasan sering terabaikan, dan tertinggal berbanding dengan saudara-saudara di daerah lainnya. Minimnya berbagai prasarana infrastruktur dan pendidikan, membuat mereka merasa seperti menjadi anak yang tidak mendapat perhatian orang tua. Bahkan untuk melanjutkan pendidikan SMA anak mereka sangat kesulitan dan terpaksa harus ke Nunukan yang sulit untuk ditempuh menggunakan jalur darat. Malah mereka berniat menyekolahkan anak mereka ke Sekolah Indonesia Kota Kinabalu karena lebih mudah dijangkau.  Menurutnya untuk dapat mendorong percepatan pembangunan dan ekonomi di wilayah perbatasan, daerah mereka harus dimekarkan dan menjadi Kabupaten tersendiri.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan merasa gembira dan menyambut hangat kedatangan rombongan warga Indonesia dari perbatasan yang turut serta merayakan HUT RI di kantor KJRI Kota Kinabalu. Menurutnya kehadiran mereka menjadikan suasana Indonesia yang lebih kental dengan busana daerah yang dikenakan. Bahkan warga lain yang hadir tertarik untuk mengambil gambar bersama mereka.


Perayaan HUT RI ke 73 di Dakar

Di Kbri Dakar untuk memeriahkan HUT RI ke-73, juga menyelenggarakan rangkaian kegiatan, mulai dari olah raga hingga upacara bendera dan penyerahan
Ambassador Award kepada para warga negara Senegal yang dinilai secara aktif dan nyata berkontribusi terhadap peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Senegal.

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan tanggal 12-17 Agustus 2018, diawali dengan fun walk juga dilakukan beberapa perlombaan yaitu dart, lomba joget balon, lomba joget bebas, lomba photo dan bowling. Seluruh kegiatan lomba berjalan lancar dan meriah dengan suasana kekeluargaan namun tetap menunjukan sportifitas.

Pada tanggal 17 Agustus 2018, tepat pukul 08.45, KBRI Dakar telah melaksanakan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 di halaman KBRI Dakar, yang berlangsung dengan khitmat, tertib dan lancar. Upacara diikuti oleh Duta Besar Mansyur Pangeran selaku Pembina Upacara dan para peserta yang terdiri dari seluruh staf dan anggota DWP KBRI Dakar, tamu undangan beberapa tokoh WN Senegal, Konsul Kehormatan RI untuk Banjul, Gambia dan calon Konsul Kehormatan RI untuk Bissau, Guinea-Bissau, masyarakat Indonesia serta 60 orang ABK WNI, yang seluruhnya berjumlah sekitar 130 orang.

Setelah upacara pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan kegiatan syukuran berupa pemotongan tumpeng oleh Duta Besar. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Pegawai Setempat Senegal yang paling lama mengabdi di KBRI Dakar. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan pembagian hadiah perlombaan serta hiburan musik.


 


 


 









Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.