Melihat pembuatan minyak murni lavander secara tradisional di Provence Prancis.


Perjalanan
schedule 09 Juni 2017
Valensole, Perancis
Lavander

Semakin pembuatan penyulingan minyak lavander diolah secara tradisional konon khasiatnya semakin baik!

Di sekitar kota Mezel, padang lavander akan kita temui di mana-mana. Bunga indah yang memberikan keharuman dan juga berbagai khasiat ini, di bulan juli hingga pertengahan agustus adalah saatnya untuk di potong dan diolah. Pemotongan bunga dilakukan dengan dua cara, ada yang memotong dengan cara tradisonal atau dengan mobil mesin pemangkas yang memotong dan langsung menghancurkan lavander menjadi serbuk, seperti yang terlihat di sini. Cara ini banyak dilakukan oleh para pengusaha lavander besar, karena dianggap ekfektif dan efisien.
Setelah di potong bunga yang sudah mengering akan siap diolah untuk terlebih dahulu menjadi minyak murni.
Dulu pengolahan minyak lavander, masih memakai cara tradisonal dengan tungku api. Namun berkembangnya waktu, cara ini dianggap tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan para pengusaha untuk hasil produk mereka yang semakin tahun semakin besar permintaan pasarnya.
Koperasi di kota Mezel inilah merupakan salah satu yang masih mempertahankan sistim pembuatan esensi lavander secara tradisional. Bunga lavander yang di potongpun masih berbentuk batangan yang diikat menyatu kemudian dikeringkan selama sepuluh hari. Kegunaan mengeringkan bunga, agar mudah panas dan mengeluarkan minyak serta aroma lebih mudah.
Penyulingan yang dilakukan untuk bunga lavander adalah dengan cara penyulingan air dan uap. Ikatan-ikatan bunga kering tersebut dimasukan dalam panci kukus raksasa, yang ditutup dengan tekanan panas tinggi. Untuk mesin moderen, biasanya menggunakan gas namun di Mezel ini, panas pembakaran masih menggunakan cara lama, yaitu dengan api bahan yang digunakanpun dari sisa lavander yang telah diperas minyaknya, bercampur dengan batangan-batangan yang tak digunakan, sehingga tak ada pemborosan.
Cara ini sebenarnya mirip dengan sistim rebus, hanya saja bahan baku dan air tidak bersinggungan langsung. Minyak essensial yang dikeluarkan dari hasil pengukusan ini, langsung terpisah dengan sendirinya, saat pengeluaran cairan.
Minyak dan air memang tidak bisa menyatu. Maka minyak essesial langsung keluar dan menjadi minyak murni, dan inilah yang digunakan oleh para penyuling sebagai bahan utama untuk berbagai produk perawatan dan kesehatan.
Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk satu kali penyulingan yang bisa menampung sekitar 250 kg hingga 300 kg lavander ini hanya untuk mendapatkan sekitar 5 sampai 6 liter minyak essensial ini ?
Petani bunga lavander Julien Gaec yang memperbolehkan kami untuk mengikut proses pembuatan dan penyulingan minyak lavander menerangkan:
'Kita membutuhkan waktu antara 40 hingga 45 menit, untuk membuat semua uap masuk ke dalam bunga lavander, lalu keluar menjadi minyak murni, selama minyak sedang keluar, kita mengisi tangki berikutnya, dan begitu seterusnya'.
Wah! Metode tradisional memang membutuhkan kesabaran, proses penyulingan keseluruhan memakan waktu lebih dari satu jam untuk satu tangki, waktu yang sangat berbeda dengan cara moderen yang lebih cepat. Tak heran di koperasi Mezel ini, mereka yang melakukan penyulingan kebanyakan para penduduk setempat yang datang untuk membantu para petani lavander untuk melakukan penyulingan dengan sistim kukus ini. Minyak murni lavander dari hasil pengukuksan cara tradisional inilah yang banyak menjadi incaran para pengusaha parfume terkenal di dunia.
Selama mereka melakukan penyulingan itupun saya berkali-kali kepanasan dan khawatir melihat api yang keluar seolah ingin membakar para petani yang dengan gigih memasukan lavender kering ke dalam tempat pembakaran.
Namun mereka melakukannya dengan santai, sambil bergurau, sedikit percikan api, bagi mereka tak ada artinya, tak seperti saya yang kadang menjerit, takut terbakar.
Suami saya mencoba ikut berpartisipasi bersama mereka, tapi dia sendiri mengakui, baru beberapa menit sudah mengucur keringat yang keluar karena panasnya suhu udara dari pembakaran dan pekerjaan ini sangatlah fisik.
Bila dibandingkan dengan harga minyak lavender yang mereka jual rasanya pantaslah, dengan waktu dan kesulitan dari mulai penanaman hingga penyulingannya menjadi minyak.
Satu botol di jual berkisar mulai dari sepuluh euros hingga dua puluh euros untuk botol kecil. Sayapun membeli satu botol kecil, rupanya sangat awet hingga saat ini cukup hanya dengan setetes saja minyak lavander sudah banyak memberikan khasiat. Untuk sakit kepala, bahkan pengusir kutu!
Jadi tunggu apa lagi, jika datang ke Prancis dan jalan-jalan ke daerah selatan seperti Valensole, sempatkan untuk membawa minyak lavander sebanyak mungkin karena khasiatnya memang sudah terjamin.




Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.