Indonesia Juara Ke Tiga Video Mapping Di Moscow International Festival Circle of Light.


Berita setempat
schedule 28 September 2018
Moskow, Federasi Rusia
3

Indonesia diwakili oleh MӧDAR yang ikut dalam kategori Art Vision Classic.

Raphael Donny, Direktur MӧDAR yang hadir di Moskow pada Festival tersebut mengatakan merasa beruntung dan terhormat bisa menjadi satu dari lima finalis di salah satu festival video mapping tingkat dunia itu. Berbagai tahapan dilalui mulai dari pendaftaran, seleksi berdasar portofolio, pengajuan teaser dan konsep. “Kami senang sekali bahwa dengan persiapan yang singkat karya kami lolos menjadi finalis hingga akhirnya ditayangkan dalam Festival dan meraih juara tiga,” kata Donny, lulusan Sastra Perancis UGM, saat bertemu dengan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Belarus, M. Wahid Supriyadi, di KBRI Moskow, Kamis (26/9).



MӧDAR menampilkan tema "Timeless Dreams" dalam salah satu Festival internasional bergengsi ini. Tema tersebut menceritakan kisah mimpi umat manusia untuk menjelajah ruang angkasa dan berhasil diwujudkan melalui kisah Yuri Gargarin dengan Sputniknya. Pancaran kilauan sinar dan tampilan visualisasi yang dikemas dalam suatu teknik seni audio visual menghiasi penuh bagian depan gedung Bolshoi Theatre dan dua gedung lainnya di kedua sisi Bolshoi Theatre. Dengan iringian musik yang menggema, puluhan ribu orang yang memadati Teatralnaya Square terpukau menyaksikan karya seni anak bangsa ini.

Pada ajang ini juga ditampilkan promosi tentang Indonesia oleh maskapai penerbangan Rusia Aeroflot yang akan memulai penerbangan langsung Moskow-Denpasar akhir Oktober tahun ini. Bolshoi Theatre berlokasi di jantung Ibukota Rusia, tidak jauh dari Lapangan Merah dan Istana Presiden Rusia, Kremlin. Gedung ini merupakan gedung arsitektur antik, bersejarah dan bergengsi tidak hanya di Rusia, tetapi juga di dunia, khususnya untuk bagi penikmat seni balet dan opera.



Festival diselenggarakan secara bersamaan di tujuh lokasi berbeda. Pada kategori Art Vision Classic, juara pertama diraih Re:sobr dari Jerman dan juara kedua oleh Antimotion dari Rusia. Finalis lainnya pada kategori ini adalah TOOPFIRE dari Tiongkok dan Angel Sandimas dari Spanyol. Kategori lain dalam Festival adalah Art Vision Modern dan Art Vision Vjing. Festival kedelapan ini diikuti 36 karya seni dari 16 negara, yaitu Bulgaria, Chile, Finlandia, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Meksiko, Perancis, Polandia, Rumania, Rusia, Spanyol, Swiss, dan Tiongkok. Sebelumnya MӧDAR pernah menjadi finalis dalam sejumlah festival internasional, seperti di Jepang tahun 2016, Jerman tahun 2017 dan Ukrania tahun 2017. Sedangkan di Indonesia, MӧDAR pernah juga membuat video mapping di Istana Merdeka untuk acara “Nusantara Berdendang” peringatan Sumpah Pemuda 2016, Countdown Asian Games 2017 di Monas, dan Support Asian Games 2018 di gedung Pertamina.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah dari ajang Olimpiade Ekonomi Internasional, prestasi membanggakan juga diraih oleh anak bangsa. Ricky Suhartono Iskandar, salah seorang Tim Pelajar Indonesia berhasil meraih medali perunggu pada the First International Economics Olympiad di Moskow, 15-21 September 2018 lalu. Olimpiade yang diselenggarakan oleh salah satu perguruan tinggi terkemuka di Rusia, National Research University Higher School of Economics ini diikuti oleh 13 negara. Selain Indonesia, negara lainnya adalah Rusia, Amerika Serikat, Brazil, Austria, Malaysia, Irlandia, Kazakhstan, Latvia, Myanmar, Selandia Baru, Spanyol, dan Swiss. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengirimkan tiga peserta pada Olimpiade tersebut, yaitu Ricky Suhartono Iskandar, siswa SMA Kristen Petra Surabaya (Jawa Timur), Shania Rahmi, siswi MAN 2 Model Pekanbaru (Riau), dan Frisca Thursandi Setyaningrum, siswi MAN Insan Cendekia (Gorontalo).

Dubes Wahid mengemukakan prestasi yang diraih anak-anak bangsa Indonesia dalam Festival Circle of Light dan Olimpiade Ekonomi di Rusia sangat membanggakan. “Kreatifitas dan pengetahuan yang dimiliki mereka setara dengan yang dimiliki oleh generasi mereka di negara-negara maju. Ini merupakan aset bangsa di masa mendatang dan perlu didukung oleh berbagai kalangan di Tanah Air,” ungkap mantan Dubes RI untuk UAE tersebut. Ditambahkannya bahwa keikutsertaan dan prestasi yang diraih para peserta dari Indonesia turut juga membawa nama baik bangsa Indonesia dan lebih mendekatkan hubungan antara Indonesia dengan Rusia dan negara-negara peserta lainnya.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.