Berawal Dari Mesin Jahit Bekas Kini Dirinya Menjadikan Kain Indonesia Sebagai Fashion Iconnya.


Pengalaman perantau
schedule 14 Oktober 2018
Évreux , Perancis
43219201 1957482791216075 8865705680342876160 n

Awalnya karena membeli mesih jahit dari temannya. Coba mencoba ternyata ia menemukan keahlian menjahit dan merancang baju. Mamik Peyrat, wanita indonesia yang senang memadukan designnya dengan paduan kain tradisional indonesia.

Tahun 2010, seorang teman menjual mesin jahitnya. Dia menjelaskan bagaimana cara menggunakannya. "Saat itu, saya betul-betul belum pernah menjahit dengan mesin, tapi ya memang sudah tertarik dengan dunia mode, dan saya senang sekali memakai baju yang unik dari selera saya". Tutur Mamik Peyrat menceritakan awal pertama kali dirinya memulai mengutak atik bahan hingga membawanya menjadi kreator baju.

Ia terus mencoba dengan berbagai jenis bahan. Membeli kain, merancang, menjahitnya sendiri. Semua dipadukan dengan selera etnik dan modern, seksi namun tetap elegan. Sesuai dengan pribadi Mamik, yang menyukai fahion etnik, seksi dan elegan. "Awalnya, saya malah menggunakan contoh dari rok anak saya, saya potong kain, tanpa patron, soal mode saya imajinasi sendiri saya, hanya ukuran saya coba dari rok anak saya, kaget juga ternyata hasilnya kok lumayan, jadilah membuat saya semakin termotivasi untuk memperdalam lebih lanjut".

Kain-kain etnik yang dipadukan dalam kreasinya oleh wanita asal Yogyakarta ini, dia bawa dari Tanah kelahirannya. Bahan lurik dan batik jawa itu sangat indah, menurutnya. Ia mengaku tak pernah belajar mode, karena itu semuanya karena hobi, soal ide dari kreasinya, selain dari idenya sendiri juga dari hasil melihat cuplikan fashion, atau baju yang dibawakan oleh seseorang hanya kemudian ia kembangkan dengan imajinasinya sendiri agar sesuai paduan antara fashion yang sedang trend di Perancis dengan kain etniknya.


Baju karyanya kerap ia gunakan untuk berbagai acara. Undangan yang hadir selalu menanyakan soal baju yang ia kenakan karena berbeda. Senang tampil beda tak tanggung memang untuk Mamik, bahkan hingga asesorispun ia rancang sendiri, agar sesuai dengan baju kreasinya. Dari situlah orang mulai banyak tertarik untuk memesan kepada wanita yang tinggal di Evreux Perancis ini.



Penampilannya yang kerap dianggap memiliki style tersendiri membuatnya mendapat penawaran untuk berpartisipasi dalam peragaan busana. "Saat ini saya masih melalukan fashion bersama teman perancang lainnya, karena saya masih baru di dunia ini, masih belajar dalam berkarya". Tambahnya lagi, "Hingga saat ini baru enam peragaan busana yang saya ikuti, tapi tujuan saya bukan untuk menjual setiap kali saya partisipasi, lebih ke arah memperkenalkan kreasi saya dan juga tentunya kain asal kota saya Yogyakarta".


Sejauh ini klien Mamik kebanyakan memesan baju darinya lebih senang sesuai dengan acara yang akan mereka hadiri. "Mungkin karena baju saya kan memang mode dan paduannya unik, jadi untuk acara spesial banyak sekali klien saya yang senang tampil beda". Penjelasan Mamik yang saat ini sedang mempersiapkan koleksi barunya.

Mamik Peyrat, berharap meskipun dirinya masih baru di bidang fashion, namun keinginannya agar kain tradisional asal kelahirannya bisa semakin dikenal di Perancis, merupakan impiannya.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.