Kepedulian Mahasiswa Indonesia di Rusia Terhadap Persatuan Bangsa Indonesia


Berita setempat
schedule 05 November 2018
Moskow, Federasi Rusia
2

Kami berharap agar rakyat Indonesia, termasuk para mahasiswa Indonesia di Rusia dapat lebih mencintai Indonesia sebagai Indonesia yang seharusnya, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu,”

Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Rusia tidak hanya sibuk dalam menuntut ilmu, tetapi juga peduli terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta turut mendekatkan hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia.

Untuk itu, para mahasiswa yang tergabung  dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) dan didukung KBRI Moskow menyelenggarakan pagelaran budaya Indonesia dan kongres Permira ke-19 di Rostov on Don, sekitar 1.075 km ke arah selatan dari Moskow
 pada 2-3 November 2018.

Pagelaran budaya Wonderful Indonesia mengedepankan tema Zamrud Khatulistiwa. Sekitar 200 orang warga Rusia yang memenuhi gedung kebudayaan Rostov State Transport University seakan-akan bertamasya mengelilingi Indonesia menyaksikan keanekaragaman budaya dan tradisi Indonesia.

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow Enjay Diana mengemukakan bahwa Indonesia dan Rusia merupakan negara multibudaya. Kerja sama budaya kedua negara sangat penting untuk lebih mendekatkan hubungan kedua bangsa. Saat ini, Rusia dan Indonesia, khususnya jarak antara Moskow dan Bali selangkah lebih dekat dengan adanya penerbangan langsung dari Moskow ke Denpasar sejak 28 Oktober 2018. Penerbangan ini memudahkan warga Rusia berkunjung ke Indonesia untuk berwisata dan mengetahui budaya Indonesia.  
Pagelaran dikemas dalam sebuah drama yang menceritakan persatuan Indonesia atas perbedaan budaya dan tradisi dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Dalam pagelaran tersebut disajikan berbagai tarian dan nyanyian, serta penayangan video pariwisata dari daerah-daerah Indonesia tersebut.

Ketua panitia pagelaran Aryanto Rama Nur Rafi mengatakan makna pagelaran budaya ini untuk menyampaikan kepada masyarakat Rusia bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan tradisi, tetapi menjunjung tinggi persatuan.




"Indonesia adalah negara yang mementingkan persatuan. Kami berharap agar rakyat Indonesia, termasuk para mahasiswa Indonesia di Rusia dapat lebih mencintai Indonesia sebagai Indonesia yang seharusnya, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu,” kata Rama, mahasiswa Indonesia yang sedang mendalami bidang perkeretaapian di Rostov State Transport University.

Wakil Pertama Rektor Rostov State Transport University Aleksander Vartanovich Chelokhyan yang hadir pada pagelaran tersebut memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan pagelaraan budaya Indonesia. Menurutnya, para mahasiswa Indonesia tidak hanya semangat dan sungguh-sungguh dalam belajar, tetapi juga memiliki kemampuan besar dalam kreasi seni. Aleksander Vartanovich berharap lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Rostov State Transport University yang saat ini sebanyak 34 orang dari keseluruhan sekitar 530 mahasiswa Indonesia di Rusia.

Persatuan dan kesatuan bangsa di antara mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Rusia ditekankan oleh para mahasiswa Indonesia tersebut. Mereka datang dari berbagai kota di Rusia dan berkumpul di Rostov on Don menyelenggarakan kongres Permira ke-19 dengan tema Semangat Pelajar Demi Persatuan Bangsa.

Ketua Permira terpilih periode 
2018-2019Robby Ari Hidayat berharap Permira yang berdiri 20 tahun lalu dapat semakin solid lagi dan terwujudnya Permira sebagai wadah belajar dan berkreatvitas yang berlandaskan pada kebersamaan, kegotongroyongan, persatuan, dan menjadi kebanggaan diaspora dan insan pelajar Indonesia di Rusia.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.