Film Indonesia Tarling Is Darling Mendapat Penghargaan "Prix Bartok" di Paris.


Berita setempat
schedule 11 November 2018
Paris, Perancis
Tarlingisdarling 02

Film karya Ismail Fahmi Lubish mengenai musik tarling adalah musik dangdut khas Indramayu yang terkenal dengan joget erotisnya.

Paris (09/11/2018). Penghargaan Bartok untuk film Tarling is Darling merupakan penghargaan yang diadakan oleh festival Jean Rouch dan diselenggarakan oleh museum "de L'homme" di Paris dan didirikan oleh sineas dan etnologist Jean Rouch. 

Sutradara Tarling is Darling, Ismail Fahmi Lubish menerangkan, dia memang tertarik dengan musik tarling. Hal itu lah yang membuat dia termotivasi menggarap film ini. Terlepas dari justifikasi baik yang pro dan kontra atas musik ini. Tarling is Darling adalah film dokumenter pertamanya. Ismail Fahmi lebih dikenal dengan garapannya dalam menyutradari film seri televisi indonesia.

Tarling is Darling adalah film dokumenter dengan mengikuti Jaham, yaitu protagonis yang dianggap sebagai saka guru dangdut tarling oleh banyak penyanyi dangdut di kawasan Indramayu saat ini. Gadis-gadis belia yang bercita-cita menjadi penyanyi akan berguru padanya, kemudian dibuatkan album, dan dicarikan panggung. Separuh film menampilkan semacam konfirmasi mengenai citra negatif dangdut tarling yang sudah beredar di telinga kita. Hadir pula kehidupan pribadi Jaham di rumahnya bersama sang istri dan anak, juga bersama penyanyi-penyanyinya yang sekali waktu ia goda.

Sebagai sutradara, Ismail Fahmi Lubish menyatakan tidak mau menghakimi ini yang benar, itu yang salah. Menurutnya ini adalah sebuah cerita yang sebenernya berat namun penyajiannya ringan. Film Tarling is Darling ini ia kerjakan dalam waktu hampir empat tahun.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.