Pecatur Cilik Samantha Edithso Juara Dunia Catur G10


Berita setempat
schedule 25 November 2018
Indonesia
Samantha edithso 1 25071825

Bendera merah putih dikibarkan saat dirinya berada di atas panggung. Padahal sebelumnya tak ada yang menyanggka dirinya merupakan peserta yang unggul.

Samantha Editsho menghadapai Alexandra Shvedova, pecatur Rusia yang belum terkalahkan dalam 10 babak pertandingan. Di meja satu, papan catur dibentangkan, bidak dan pion dimainkan.

Tak ada yang memperhitungkan Samantha. Bukan jalan mudah sampai ia di babak menentukan ini, setelah mengalahkan pecatur Amerika Serikat Sophie Velea lebih dahulu dengan pertandingan panjang hingga lima jam, dengan 86 langkah.

Singkat kata, Alexandra sejumput lagi menjadi juara, seolah tak terkalahkan, seakan piala utama itu tinggal sejengkal dipangkuannya, buyar semua. Samantha, bocah perempuan dari Bandung itu berhasil menjungkalkannya. Jadilah Samantha yang meraih juara pertama catur klasik di World Cadets Chess Championship Girls U-10, di Santiago de Compstela, Sapnyol. Tak ada yang mengira.

Kaki kecil Samantha berlarian di atas panggung. Bendera Merah Putih tersampir di punggungnya, memeluk sayang anak negeri unjuk prestasi. Dan, berkumandanglah lagu Indonesia Raya di auditorium megah itu.

Pecatur cilik asal Bandung, Samantha Edithso sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah percaturan dunia bukan pertama kali. Gadis cilik yang baru berusia 10 tahun tersebut telah dua kali meraih gelar juara dunia pada 2018.

Pertama, Samantha memenangi Kejuaraan Dunia Catur Cepat G10 yang digelar di Minsk, Belarusia pada Juli lalu. Terbaru, ia berhasil menjadi juara dunia setelah menempati puncak klasemen kategori Putri U-10 kejuaraan catur kadet dunia 2018 di Santiago de Compostela, Spanyol pada 3 hingga 16 November 2018.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.