Pelajar Indonesia Di Toulouse Prancis Berhasil Galang Dana Untuk Palu


Berita setempat
schedule 17 Desember 2018
Toulouse, Perancis
Palu

Pelajar Indonesia yang berjumlah lebih dari 90 orang menampilkan sejumlah pertunjukan kebudayaan mereka juga menjual beragam makanan khas Indonesia.

Oleh: Fransiskus Romi.

Tiga bulan setelah bencana gempa bumi dan tsunami menghantam Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Toulouse menggelar penggalangan dana. Bertajuk Journee Solidarite pour Palu, penggalangan dana ini bertujuan untuk membantu pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa dan tsunami.

Berlokasi di Amphitheatre Campus Crous IAS, pelajar Indonesia yang berjumlah lebih dari 90 orang bekerja sama dengan Association les Amies Indonesia (AAI) menampilkan sejumlah pertunjukan kebudayaan, diantaranya Tari Pendet, Tari Jaipong, dan permainan alat musik angklung. Tak hanya itu, mereka juga menjual beragam makanan khas Indonesia, seperti Dadar Gulung, Lumpia, Wingko, Rendang, dan sebagainya.



Untuk dapat menyaksikan pertunjukan tersebut, pengunjung dikenai tarif tiket sebesar 5 euro untuk kalangan pelajar, dan 7 euro untuk umum. Pengunjung bisa membeli tiket langsung ditempat atau mereservasi tiket terlebih dahulu. Harga yang dipatok untuk dapat menikmati makanan khas Indonesia pun relatif murah. Berkisar antara 1 sampai 5 euro, pengujung yang datang dapat menikmati beragam camilan dan hidangan Indonesia.



Nantinya, hasil dari penjualan tiket dan makanan Indonesia ini, seluruhnya akan disumbangkan untuk membantu proses pemulihan sarana pendidikan di Palu dan Donggala. Jika ada pengunjung yang berniat untuk memberikan donasi, panitia juga menerima dan akan disalurkan bersama dengan hasil penjualan tiket dan makanan Indonesia.

Total, ada 230 orang yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan, menikmati hidangan khas Indonesia, serta berdonasi untuk membantu korban gempa di Palu dan Donggala. Jumlah ini lebih sedikit dari yang seharusnya hadir dan sudah terdaftar. Adanya aksi massa di pusat kota Toulouse menghalangi mereka yang sudah mereservasi tiket harus membatalkan kedatangannyadi acara penggalangan dana tersebut. Meskipun demikian, acara yang sudah disiapkan selama kurang lebih satu setengah bulan tersebut dapat berjalan lancar dan berhasil menghimpun dana bantuan sejumlah 2780 euro atau sekitar Rp 46.148.000,00.

Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan melalui lembaga bantuan yang berada di Palu. Dua orang mahasiswa yang berasal dari Palu sudah melakukan kontak dan mereka bersedia untuk menyalurkan bantuan tersebut.



Penulis dan dokumentasi: Fransiskus Romi


 


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.