Alunan Musik Indonesia di Pelataran Pantheon di Roma


Berita setempat
schedule 23 Juni 2019
Roma, Italia
Kbri roma 1

Pertunjukan dengan tema “Siamo Indonesia” (kami Indonesia) kali ini memiliki arti spesial karena berlokasi di Piazza della Rotonda.

Pada hari Jumat sore, 21 Juni 2019, KBRI Roma menggelar pertunjukan musik Indonesia dalam rangka memeriahkan hari musik atau Festa della Musica di Italia. Pertunjukan dengan tema “Siamo Indonesia (kami Indonesia) kali ini memiliki arti spesial karena berlokasi di Piazza della Rotonda, persis di halaman bangunan bersejarah, Pantheon Roma, salah satu ikon peradaban Romawi yang berusia hampir 2000 tahun.


Trio tiup/ foto koleksi KBRI Roma

Dari panggung di tengah keramaian
pusat wisata kota Roma ini, terdengar lantunan lagu tradisional Indonesia dari berbagai daerah, yang dibawakan dengan instrumen tradisional seperti gamelan, angklung, suling Bali, kolintang, maupun instrumen modern. Ratusan pengunjung termasuk para pejabat kota Roma, masyarakat setempat dan para turis menikmati sajian musikal ini.

Para musisi terdiri dari musisi remaja Indonesia
dari grup Nusantara Etnik yang menampilkan lagu-lagu daerah termasuk kreasi sendiri, kemudian warga Italia pecinta Indonesia yang menginterpretasi tembang Jawa dengan instrumentasi barat, dan tim kesenian dari kota Manado, tak ketinggalan para staf KBRI Roma dan WNI setempat ikut berpartisipasi.

Tiara Siahaan (pianis berusia 15 tahun) dan Timothy Samosir (saksofon/suling) serta Marthalina (vocal) dari grup Nusantara Etnik menampilkan lagu ciptaan Tiara, Taksu Pregina (the Beauty of Bali Dancer) dan Hello Jakarta, berkolaborasi dengan penari Nadita Amalia dari Roma. Mereka juga berkolaborasi dengan para staf KBRI Roma dari grup Dwi Loka, yaitu Harley (terompet), Charles (saksofon), Rahmat (kendang) dan Lona (gamelan, angklung), menyanyikan lagu-lagu daerah seperti Angin Mamiri, Sai Anju Ma Au dan lagu O Sole Mio dari Italia.

Sementara itu,
tim kesenian binaan Dinas Pariwisata Kota Manado menyuguhkan rangkaian lagu Esa Mokan, Un Genang dan Kota Manado dengan instrumen kolintang serta tarian Kabasaran.

Sejumlah musisi muda Italia, yaitu Illaria Meloni (vocal), Francesca (piano), Alessandro (gitar), dan Domenico (trumpet, synth) menyanyikan tembang jawa Yen In Tawang dan Dandang Gula Banjet dalam interpretasi musikal yang lebih eksperimental. Di akhir acara, seluruh musisi dan penari bersama menyanyikan medley lagu Rame-rame, Yamko Rambe Yamko dan Paris Barantai sambil menari poco-poco.


Foto koleksi KBRI Roma

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertunjukan kali ini merupakan kolaborasi dari para seniman Indonesia dan Italia, sejalan dengan Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI - Italia. Melalui suguhan ini diharapkan masyarakat kedua negara maupun dari berbagai bangsa dapat berbagi sukacita. "Musik adalah bahasa yang universal, menyambung hati dan merekat jiwa," ungkap Dubes Esti.

Seorang pengunjung bernama Judy mengungkapkan kekagumannya
, “pertunjukan ini sangat meriah, mendorong saya untuk mengenal budaya Indonesia lebih dalam dan berkunjung ke Indonesia,” tuturnya. Para turis yang datang ke Pantheon juga datang silih berganti menikmati suasana santai sambil mendengarkan musik Indonesia.

Festa della Musica adalah festival musik di Italia yang diselenggarakan setiap tanggal 21 Juni dalam rangka menyambut hadirnya musim panas. Pada tahun ini di kota Roma ada lebih dari 4300 musisi yang berpartisipasi dalam 450 pertunjukan di berbagai tempat.


Foto koleksi KBRI Roma

KBRI Roma bekerja sama dengan Pemda Kota Roma telah tiga kali berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pertunjukan di kawasan Pantheon bernilai tinggi karena tempat ini merupakan salah satu ikon sejarah Italia yang sangat dijaga kelestariannya, dan dikunjungi oleh enam juta wisatawan setiap tahun.


Narasumber: KBRI Roma


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.