Potensi Pasar Rusia Bagi Fesyen Indonesia Sangat Besar.


Berita setempat
schedule 12 Agustus 2019
Moskow , Federasi Rusia
5

Warga Rusia memiliki ketertarikan tinggi terhadap poduk fesyen Indonesia.

Aneka ragam dan corak busana Indonesia karya sejumlah desainer Indonesia dipamerkan di Moskow dalam Festival Indonesia keempat, 2-4 Agustus 2019 lalu.



Busana-busana yang diperagakan oleh para model berkewarganegaraan Rusia terlihat sangat anggun dan menawan, sehingga menarik perhatian pengunjung, termasuk kalangan fesyen di Rusia. Bahkan hujan pun tidak menghalangi penampilan model-model cantik ini untuk untuk terus beraksi.

Salah satu busana yang dipamerkan adalah karya desainer berbakat Indonesia, Ferry Sunarto. Tidak tanggung-tanggung dia menampilkan 30 koleksi bertajuk De’Posuo yang terinspirasi dari adat istiadat masyarakat Sulawesi Selatan. Dalam rancangan busananya, Ferry Sunarto mengedepankan eksplorasi kain tradisional yang dituangkan dalam kecantikan kebaya modern.

Di antara koleksi tersebut, terdapat koleksi yang didominasi warna vanilla, butter yellow, dan oranye muda. Bekerja sama dengan UKM binaan Bank Indonesia, Ferry Sunarto memadukan kain tenun “Massali” dari Sulawesi Tenggara dengan organdi, tile, dan shantung.



Para model juga berpose dalam busana warna cerah seperti mint green dan dusty pink hingga gown berwarna lavender setumit berbahan tile. Pulasan gradasi ungu pada kelopak mata dan matte lipstick dari produk kosmetik legendaris Indonesia, Viva Cosmetics juga menyempurnakan penampilan para model.

Ferry Sunarto menuturkan bahwa ada pengalamannya yang sangat unik menjelang kepulangan dari Moskow ke Jakarta pada 7 Agustus 2019. Seorang pengusaha Rusia yang juga traveler, Natalya Zubova sengaja datang ke KBRI Moskow menemuinya dan sekaligus menyampaikan minatnya yang besar terhadap sejumlah pakaian koleksinya. 

“Dia datang menemui saya karena ketertarikannya untuk memiliki pakaian koleksi saya. Dia juga ingin sekali berkunjung ke butik saya di Indonesia,” ujar Ferry Sunarto yang sudah empat kali turut serta memeriahkan Festival Indonesia di Moskow.

Sementara itu, Natalya Zubova, setelah mencoba pakaian karya Ferry Sunarto dan mengatakan sangat tertarik dan terkesan dengan rancangan Ferry Sunarto.



“Ini adalah pakaian yang sangat indah yang diperagakan di Festival Indonesia di Moskow karya Ferry Sunarto, desainer luar biasa dari Indonesia,” kata Natalya Zubova sambil mengenakan salah satu pakaian koleksi Ferry Sunarto.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan peragaan busana karya desainer-desainer Indonesia di Festival Indonesia di Moskow tidak hanya memeriahkan Festival itu sendiri, tetapi juga mempromosikan produk-produk fesyen Indonesia, termasuk UKM kepada masyarakat Rusia. 

“Potensi pasar Rusia bagi fesyen Indonesia sangat besar. Warga Rusia memiliki ketertarikan tinggi terhadap poduk fesyen Indonesia. Tidak sedikiti peserta yang ikut serta pada acara ini sudah mendapatkan mitra atau buyer dari Rusia,” kata Dubes Wahid.



Selain karya Ferry Sunarto, pada Festival Indonesia kali ini diperagakan juga berbagai produk fesyen dari 22 UKM dan 12 desainer lainnya dari Indonesia, seperti Rumah Batik Wijaya, Lojicraft, Soemma, Njonjah Poenja, Batik Lengo Solo, IKM DKI Jakarta, Akeyla Naraya, Enggar Collection, Apik Men, dan FridAulia Indonesia. Produk-produk yang diperagakan, tidak hanya pakaian, tetapi juga tas dan aksesoris lainnya.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.