Pertama Kalinya Indonesia Hadir di Maison et Objet Paris


Berita setempat
schedule 08 September 2019
Paris , Perancis
Received 2919709628042453

Paviliun Indonesia dalam gelaran Maison et Objet tahun ini mengusung tema “Tropical Living” yang menghadirkan 24 jenama lokal beserta produk unggulan mereka di bawah brand IDentities. 

Dua puluh empat jenama lokal yang terpilih diantaranya adalah: AIEVL Design Studio, Alfath Kurniadi, Budi Pradono, Djalin, Kayou, Du’Anyam, Threadapeutic, Bika Living, Vivere, Rattan of Indonesia, Keratons, DUA Lighting, Kandura, Conture, Bermock, Nouvwerks, Juno Home, Roa, SPEDAGI, Super Rattan, UMA Design, Siji, Moire Rugs dan Pala Nusantara.



“Keikutsertaan Indonesia dalam pameran Maison et Objet ini merupakan yang pertama kali selama 20 tahun sejak pameran itu dilaksanakan. Sebagai sebuah pameran yang paling bergengsi, Maison amat ketat dalam proses seleksi produk-produk yang akan dipamerkan. Tahun ini kita bersyukur Indonesia berhasil masuk,” ujar Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak. Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari ketatnya proses kurasi yang dilakukan oleh Bekraf dengan dukungan HDII.



Joshua menggarisbawahi target adanya transaksi dan market share yang harus dicapai sebagai ukuran kesuksesan keikutsertaan di pameran ini. Selain itu, ia juga berharap agar dukungan Bekraf ini dapat menjadikan industri kriya tanah air semakin berkembang pesat dan mendapat tempat di pasar global.



Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako serta UNESCO Arrmanatha Christiawan Nasir, menyatakan bahwa Diplomasi ekonomi merupakan salah satu prioritas dalam diplomasi Indonesia, oleh karena itu, KBRI secara terus menerus mencari peluang untuk meningkatkan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia, yang salah satu diantaranya adalah produk ekonomi kreatif. “Ekonomi kreatif merupakan sektor yang memiliki peluang besar di Prancis, mengingat masyarakat Prancis memiliki cita rasa serta apresiasi seni yang tinggi. Hal inilah yang mendasari KBRI Paris mendukung keikutsertaan Bekraf di Maison et Objet,” ujarnya.


SPEDAGI. Sepeda campuran rotan 

Ketua Dewan Kurator, Francis Surjaseputera menjelaskan, “Dalam dunia kriya internasional, Indonesia belum dikenal sebagai penghasil produk dengan nilai desain tinggi. Padahal banyak sekali produk karya anak bangsa yang sangat bagus.


Pala dengan jam tangan ramah lingkungan 

Jadi tugas kami sebagai kurator adalah memilih produk yang tepat untuk pasar Eropa, khususnya Perancis yang dikenal sangat tinggi cita rasanya. Kami senang bahwa proses kurasi ini dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai kaidah-kaidah kurasi yang berlaku,” ujarnya.



Fauzy Prasetyo dari Kandura studio 

Sementara itu, Ketua HDII Nasional Rohadi Sumardi menyatakan, HDII sangat bangga diberi kepercayaan oleh Bekraf untuk terlibat dalam pameran ini.


DU'ANYAM. Kerajinan Flores dan Papua


Maison et Objet sendiri adalah sebuah trade fair (pameran dagang) khusus untuk para profesional di bidang desain interior dan kriya dengan fokus pada produk-produk keperluan rumah (furniture, pernak pernik rumah dll) yang diselenggarakan di Parc des Expositions de Paris Nord, Villepinte, Paris, Perancis.


Topik Tropical Living di Maison Objet 2019

Diadakan setiap bulan Januari dan September tiap tahun, Maison et Objet dianggap sebagai pameran paling penting di bidangnya di Eropa dan dunia. 


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Siapa yang sangka, desa kecil Baregbeg Ciamis, justru memiliki sekolah islam yang maju.

15 September 2017 - Ciamis, Indonesia

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.