Hari Batik Nasional di Lapangan Merah, Moskow


Berita setempat
schedule 03 Oktober 2019
Moskow, Federasi Rusia
1 10

Staf KBRI Moskow dan siswa-siswi Sekolah Indonesia Moskow turut berpakaian batik di Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober 2019 untuk menyemarakan Hari Batik Nasional di Moskow.

Untuk menyemarakan Hari Batik Nasional, para staf KBRI Moskow, termasuk Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, mengunjungi Lapangan Merah untuk berjalan berkeliling sejenak dan berfoto-foto. Aksi ini juga sebagai bagian dari upaya memperkenalkan batik kepada masyarakat setempat.

Aksi yang dilakukan para staf  KBRI Moskow dengan mengenakan batik bermacam corak dan warna bagaikan sedang “peragaan busana batik” dan menjadi perhatian, tidak hanya warga Rusia, tetapi wisatawan asing lainnya di sekitar Lapangan Merah. Di antara pengunjung ada yang turut mengabadikan aksi ini dengan telepon pintarnya dan bahkan berfoto bersama.



Suhu udara yang agak dingin sekitar 12 derajat Celsius menjelang musim dingin tidak menyurutkan niat dan semangat staf KBRI Moskow untuk berpakaian batik di Hari Batik Nasional. Sementara itu, para pengunjung Lapangan Merah tampak mengenakan jaket atau pakaian hangat lainnya.

Dubes Wahid mengatakan batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi pada sidang UNESCO sepuluh tahun yang lalu di Abu Dhabi. Kebetulan pada saat itu Dubes Wahid mejabat sebagai Dubes RI untuk United Arab Emirates (UAE) dan diberi kesempatan untuk menyampaikan pidatonya.

Dubes Wahid mengajak masyarakat Indonesia termasuk yang tinggal di Moskow perlu menjaga dan melestarikan batik. Selain itu, batik juga perlu dipomosikan ke dunia internasional, tidak terkecuali di Rusia.

Menurut Dubes Wahid, batik semakin dikenal di Rusia terlebih setelah empat kali penyelenggaraan Festival Indonesia di Moskow dan batik menjadi tema sentral setiap segmen fashion pada festival tersebut. Dubes menggandeng salah satu designer terkenal Indonesia, Ferry Sunarto, untuk selalu menampilkan motif batik yang dapat dipadu dengan motif kain tradisioal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sejumlah UKM Indonesia juga memamerkan produk-produk batik.



Dua tahun lalu telah ada sebuah sekolah kejuruan "Batik College" di Moskow yang khusus mempelajari batik dan bahkan ada beberapa sekolah desain di Moskow yang memperkenalkan beragam motif batik kepada anak-anak usia muda. Salah satu sekolah desain tersebut bahkan sempat berkolaborasi dengan KBRI Moskow dalam pelaksanaan acara fashion show batik hasil karya siswanya dengan diiringi alunan gamelan langsung oleh sanggar kesenian "Gamelan Dadali", binaan KBRI Moskow.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Hafiz Cilik Indonesia Gemakan Ayat Suci Al-Quran di MTQ Internasional Moskow

23 Oktober 2018 - Moskow, Federasi Rusia

Dini Kusmana Massabuau

Anak Bangsa Kembali Mencetak Prestasi Di Olimpiade Moskow.

10 September 2018 - Moskow, Federasi Rusia

Dini Kusmana Massabuau

Wah! Bakso, Martabak dan Sate Laris Manis Di Festival Indonesia di Moskow

07 Agustus 2018 - Moskow, Federasi Rusia

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.