Djawa, resto jajanan kaki lima di Paris!


Kuliner
schedule 01 Februari 2018
Paris, Perancis
Djawa

Sate ayam, nasgor, ika rica-rica, hal seperti kerap bikin kangen. Masak sendiri, ya bisa memang, tapi yang enak itu adalah, bisa beli, istilahnya jajan, kitanya nunggu dan siap di saji. Di Paris Djawa menyajikannya. Yuk baca lebih lanjut!

Biarpun sudah 18 tahun tinggal di Prancis, tetap saja lidah ya lidah indonesia. Kalau ingin makan masakan indonesia bisa saja masak sendiri, soal bumbu sudah mudah di dapatkan di Prancis saat ini. Tapi yang dikangenin itu ya sebenarnya jajan. Kalau restoran Indonesia, ada beberapa di Paris dan kota lain, tapi yang suasana kaya di Indonesia dengan bangku dan sistim masak depan pelanggan nah itu yang jarang.

Waktu November tahun lalu saya ke Paris, saya dan sahabat saya yang bermukim di sana, kami penasaran ingin mencicipi Djawa, resto jajanan kaki lima. Soalnya saya sudah dengar dari beberapa teman, yang justru orang prancis, yang sudah mencicipi. Kata mereka sih ok soal rasa cocoklah.

Resto Djawa ini ada beberapa. Tapi kebetulan yang kami datangi di daerah 12 arrondisement Republique. Ketika masuk, dekor simpatik langsung terasa, minimalis. Pelayan langsung menyarankan kami beberapa makanan, karena kami bingung, kami dipersilahkan mencicipi beberapa bumbu yang sudah jadi. Ahhh, agak kecewa karena beberapa masakan seperti opor, rendang ayam rica-rica ternyata sudah di masak tadi pagi. Alasannya, karena masakan jenis ini sulit di masak mendadak! Karena kurang menyerap bumbunya. Tapi mereka menjamin setiap masakan mereka di masak pagi harinya dengan bahan-bahan segar. Benar juga, saya saja kalau masak opor atau rendang untuk suatu acara selalu semalam sebelumnya.

Pilihan saya jatuh pada sate. Ini yang lucu, ayamnya bukan ditusuk-tusuk! Tapi di potong dadu, disiram dengan bumbu sate, walah....
Teman saya memilih ayam rica-rica. Waranya merah, tapi ternyata tomat bukan sambal. Buat saya yang tidak suka pedas, ini sangat cocok. Mungkin buat lidah prancis juga kena. Tapi buat orang indonesia yang biasa dengan pedas, atau yang suka masakan pedas, kurang pas. Ketika saya tanya teman saya "tapi apakah rasanya enak?" Dia jawab "Enak sih ayamnya empuk, cuma nggak pedas!!" jawabnya sambil tertawa.



Kami juga memilih dua minuman segar dari buah-buahan yang dicampur dengan rempah. Pribadi, karena saya suka rempah-rempah sangat suka.
Kalau bicara secara global soal resto Djawa ini, soal rasa kayanya memang cocok-cocokan. Kalau buat saya pribadi bumbu satenya ok banget! Kental dan terasa ini bumbu buatan sendiri. Sayangnya, satenya ngk ditusuk...buat saya yang namanya sate yang ditusuk dan dibakar atau dipanggang. Karena yang saya makan lebih tepatnya, ayam bumbu sate.

Kalau mau makanan yang dimasak langsung, pilihannya adalah jenis masakan wok. Di goreng jadinya, seperti mie dan nasi yang dicampur dengan sayur dan daging pilihan kita.

Konsep resto jajanan kaki lima ini sudah ok menurut saya. Tempatnya bersih, nyaman dan dekorasinya juga  cosy. Mungkin soal rasa yang masih belum mengena bagi mereka yang suka dengan masakan pedas. Kalau buat saya sih cocok, soalnya saya kalau makan pedas, bisa nangis dan hidung meler, lol. Jadi tak heran juga kalau banyak bule (haha) yang suka karena dianggap cocok untuk lidah dan selera  mereka. Tapi kalau bulenya kaya suami saya, yang wajib makan sambal dan harus cetar rasanya, pasti dia akan nambahin atau minta sama yang masak tambahin cabe.

Buat yang penasaran silahkan coba.  Biar bagaimanapun buat saya, di mana ada orang yang semangat mempromosikan apapun dari negara kita tercinta, wajib kita dukung. Karena gastronomi indonesia itu sebenarnya kaya banget dan ok! Jadi silahkan coba, dan berilah kritik yang bermanfaat.

Resto Djawa ini ada dibeberapa tempat di Paris, jadi buat yang lagi jalan-jalan ke Paris dan kangen masakan indonesia silahkan mencicipi!

Djawa
https://www.djawa.fr/

Djawa République
17 rue faubourg du Temple
0986540395
7/7 de 12h à 23h

Djawa Miromesnil
54 Rue de Miromesnil, Paris, France
0982478522
Du lundi au vendredi
de 12h00 à 14h30

Dajwa Mathurins
25 Rue des Mathurins, Paris, France
0986789179
Du lundi au vendredi de 12h à 14h30
et du mardi au samedi de 19h00 à 22h30

Djawa Montmatre
148 Rue Montmartre, Paris, France
0983291767
Du lundi au vendredi
de 12h00 à 14h30


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.