Film Indonesia Sekala Niskala Menang di Berlin International Film Festival!


Berita setempat
schedule 26 Februari 2018
Berlin, Jerman
Img 20180226 wa0007

Indonesia kembali berprestasi! Kali ini lewat film karya Kamila Andini yang berhasil meraih penghargaan program Generasi Kplus Jury.

Film ‘Sekala Niskala’ (The Seen and Unseen) karya Kamila Andini baru saja memenangkan penghargaan sebagai film terbaik di Berlin International Film Festival 2018 dalam program Generation Kplus Internationaly Jury.

Film Sekala Niskala menjadi film panjang pertama dari Indonesia yang berhasil mendapatkan gelar film terbaik di Berlinale, salah satu festival film yang paling prestisius di dunia. Menurut juri, Kamila Andini memiliki visi sinematik yang khusus, di mana film ini bertutur secara puitis mengenai hidup dan perjalanan emosi melalui pengamatan semesta yang unik. Juri juga menambahkan bahwa film ini berhasil mencakup risiko, otentisitas, unsur mistis, serta tarian yang filmis.



Kamila Andini, selaku Sutradara dan Penulis Skenario film ini, menyampaikan tentang kemenangan film yang dibuat selama 5 tahun ini, “Penghargaan ini menunjukkan bahwa film tidak harus dibuat dengan cara yang seragam. Apabila melalui penghargaan ini saya bisa berkontribusi untuk Indonesia dan industri filmnya, ini tentu sesuatu yang membahagiakan. Karena sejak awal saya membuat film ini sebagai
canang (persembahan) untuk budaya Indonesia.

Walaupun saya tidak tau apakah Indonesia dan masyarakatnya punya ruang untuk film-film seperti ini karena ini bukan film yang mudah untuk dibuat; tidak dengan nama bintang besar, tidak dengan finansial dan produksi yang besar hingga bisa bersanding dengan film-film besar yang hadir di Indonesia saat ini. Namun saya yakin bahwa budaya
kita, bakat-bakat yang kita miliki, punya caranya sendiri untuk memesona dan diapresiasi.”

Film ‘Sekala Niskala’ berbahasa Bali dan diperankan oleh para seniman Bali seperti Ayu Laksmi dan I Ketut Rina. Film ini juga menampilkan dua bintang baru, Thaly Kasih dan Gus Sena, yang kekuatan seni peran, tari dan vokalnya menjadi pusat perhatian dalam film ini. Film ‘Sekala Niskala’ juga didukung oleh koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, serta bekerja sama dengan sanggar-sanggar tari di Bali dalam proses pembuatannya.

Film yang akan tayang mulai tanggal 8 Maret 2018 di bioskop Indonesia ini berkisah tentang saudara kembar ‘buncing’ (perempuan dan laki-laki) yang sedang menghadapi kehilangan. Film ini tidak biasa, karena banyak menampilkan tarian dan nyanyian dalam mengungkapkan perasaan dan emosi, serta penonton diajak masuk ke dunia anak-anak yang polos dan penuh imajinasi.

Tayang perdana di Toronto International Film Festival, Sekala Niskala juga sudah memenangkan berbagai penghargaan sebelumnya, yaitu: Film Remaja Terbaik di Asia Pacific Screen Awards 2017, Film Terbaik Tokyo FILMeX 2017, dan Film Terbaik Jogja-Netpac Asian Film Festival. Ifa Isfansyah, suami Kamila Andini sekaligus produser film Sekala Niskala menanggapi prestasi film ini, “Saya tidak pernah berproses sendirian. Banyak sekali teman-teman pembuat film di Indonesia yang melakukan hal sama dengan apa yang saya lakukan dan itu selalu memberikan energi buat saya untuk terus berproses. Banyak sekali anak-anak muda di sekeliling saya yang sangat ingin dan sedang berjuang untuk menjadi pembuat film.

Kemenangan ini untuk mereka. Semoga energi kemenangan ini sampai kepada mereka dan memberi semangat
mereka untuk terus percaya dan memilih film untuk bersuara.”

Pemain dan Kru Produksi:
Pemain: Thaly Titi Kasih, Gus Sena, Ayu Laksmi, I Ketut Rina, Happy Salma
Sutradara dan Penulis Skenario: Kamila Andini
Produser: Kamila Andini, Gita Fara, Ifa Isfansyah
Penata Kamera: Anggi Frisca
Penata Artistik: Vida Sylvia
Editor: Dinda Amanda, Dwi Agus
Sound: Yasuhiro Morinaga, Hadrianus Eko
Musik: Yasuhiro Morinaga
Produksi: Treewater Productions, Fourcolours Films


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.