Spesial Cannes Festival "Film Konflik Keluarga Garapan Sutradara Jepang Menang di Cannes Festival"


Berita setempat
schedule 21 Mei 2018
Cannes, Perancis
Palme d or 7708.jpeg north 499x white

Inilah tiga alasan mengapa film garapan Kore-Eda Hirokazu yang justru tidak terlalu diunggulkan meraih Palme d'Or. Penghargaan tertinggi di festival film bengengsi dunia.

Tiga alasan mengapa para juri memutuskan film jepang berjudul Manbiki Kazoku atau berarti Shoplifting family atau dalam bahasa indonesia mengutil keluarga, adalah karena film ini pertama dianggap lucu, menguntas masalah anak dan  mengungangkapkan permasalah keluarga dengan begitu dalam, pedih namun sangat alami. Permasalah yang membuat kita yang melihatnya akan tersentuh.

Dan alasan inilah yang membuat rupanya para juri yang terdiri dari Cate Blachette (presiden juri) dan para anggotanya yaitu Kristen Stewart (USA), Chang Chen (Taiwan), Ava DuVernay (USA), Robert Guédiguian (Perancis),Khadja Nin (Burundi), Léa Seydoux (Perancis), Denis Villeneuve (Canada), Andreï Zviaguintev (Rusia) memilih film garapan Kore-Eda Hirokazu layak mendapatkan Palme d'Or.



Bukan yang berarti yang pertama kalinya sutradara jepang ini meraih penghargaan di Cannes Festival, ia juga pernah mendapatkan berkat film Soshite chichi ni naru yang berarti Like father like son. Namun saat itu untuk tersebut ia meraih penghargaan juri, belum master penghargaannya. Karena itu Kore-Eda Hirokazu, sangat terharu ketika penghargaan diterimanya. Baginya mendapatkan pengakuan di festival seperti Cannes Festival adalah sebuah pengakuan yang sangat penting dan berharga. Karena di Cannes Festival inilah hanya film yang istilahnya sulit ditembus di dunia internasional justru di sini menjadi karya berharga.

Karena itu ia menyatakan baginya penghargaan yang didapatkannya merupakan kemenangan bersama bagi para pemeta film khususnya mereka yang mendapatkan kesulitan dalam berkarya seperti dua sutradara Jafar Panhi dan Kirill Serebrennikov yang filmnya lolos seleksi namun mendapat larangan dari negara asal mereka untuk meninggal kediaman mereka. Ia juga mempersembahkan kemenangan ini untuk para cineas muda yang kreatif dan tak pernah putus asa untuk selalu menghasilkan karya-karya indah.

Dini Kusmana Massabuau





Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.