Pesona Batik Indonesia memikat Swedia


Berita setempat
schedule 27 Mei 2018
Swedia
Colour of indonesia 5

Kopi Indonesia rupanya digandrungi warga Swedia, perkenalan kopi ini dalam rangka The Colours of Indonesia di mana workshop batik dan fashion shownya juga turut menjadi bagian kegiatan ini.

Stockholm - Dalam rangka promosi kopi dan batik Indonesia di Swedia, KBRI Stockholm telah menggelar kegiatan bertema "The Colours of Indonesia"  di Sheraton Hotel, Stockholm pada tanggal 14 Mei 2018. Acara promosi kopi dan batik ini menampilkan tiga kegiatan yaitu presentasi kopi spesial (specialty coffee), workshop batik dan fashion show batik.

Presentasi kopi spesial didahului oleh penampilan tari Kenes Gandhes dan pembukaan secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Swedia dan Latvia Bagas Hapsoro. Empat perusahaan kopi Indonesia melakukan presentasi  tentang kopi-kopi unggulan tanah air yaitu Koperasi Klasik Beans, Dewaji Coffee, Sembilan Gunung  dan Komunitas Kopi Nusantara.

Para undangan yang merupakan pengusaha dan komunitas kopi Swedia selanjutnya melakukan coffee cupping, mengevaluasi karakteristik dan cita rasa kopi yang disajikan oleh perusahaan Indonesia. Dengan seksama para undangan menghirup wangi kopi, menghirup aroma, menyendok kopi dan menyeruputnya sampai bunyi serta merasakan cita rasa kopi Indonesia sambil memberikan penilaian. Para peserta coffee cupping Swedia menyatakan sangat tertarik dengan cita rasa kopi Indonesia dan dalam pertemuan business to business telah membicarakan berbagai kerjasama dengan perusahaan asal Indonesia.


Batik Workshop yang menampilkan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity dibawakan oleh Galeri Batik Jawa mendapat sambutan yang luar biasa dari para undangan yang terdiri dari kalangan diplomatik dan kalangan fashion Swedia. Galeri Batik Jawa selain mempresentasikan batik juga memberikan kesempatan bagi para undangan untuk mempraktekkan proses pembuatan batik dari mulai proses pewarnaan, pemberian malam (lilin) dan pelepasan lilin dari kain. Peserta yang langsung berpraktek membuat batik ini dengan cermat mengikuti tahapan-tahapan pembuatan batik pada kain. Seluruh undangan sangat bangga atas hasil praktek pembuatan batik ini dan merupakan kenang-kenangan yang tidak akan terlupakan.

Workshop batik ini merupakan kegiatan yang sangat tepat untuk memperkenalkan batik pada masyarakat dan komunitas fashion Swedia untuk menggali kerjasama dengan perusahaan-perusahaan industri fashion Swedia, selain itu untuk memperkenalkan Indonesia dengan warisan budayanya yang beragam untuk mendukung program "Wonderful Indonesia".


Fashion Show Batik yang digelar oleh Galeri Batik Jawa menampilkan berbagai design untuk empat musim di Swedia, dengan berbagai asesori yaitu syal, tas dan dompet. Sebelum acara digelar ditayangkan video proses pembuatan batik indigo yang menggunakan tanaman indigofera tinctoria, dan dengan pewarnaan alami dari daun indigo, menghasilkan batik berwarna biru, yang disebut "Colour of the King", mengingat warna biru dipakai dalam pakaian raja-raja Jawa zaman dahulu.

Pada malam itu, Duta Besar RI mengenakan batik indigo ini dalam menyambut para undangan Pemerintah Swedia, Duta Besar negara sahabat, dan asosiasi industri fashion Swedia. Fashion Show Batik Indigo diperagakan 11 orang model dari masyarakat setempat mendapatkan apresiasi hangat dari hadirin. Jepretan dan rekaman kamera terus menerus menghiasi para model setiap kali mereka memperagakan koleksi Galeri Batik Jawa. Para hadirin menyatakan sangat tertarik dengan design dan motif yang ditampilkan.

Menurut Duta Besar RI Bagas Hapsoro promosi kopi dan batik dengan tema "The Colours of Indonesia" merupakan inisiatif yang baru pertama kali diadakan di Swedia. "Melalui kegiatan ini, kita harapkan ekspor kopi dan produk tekstil Indonesia ke Swedia semakin meningkat dan dengan demikian perusahaan Indonesia pun meningkatkan profit perusahaan dan juga mempromosikan wisata Indonesia".


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.