Teh Indonesia Mendapat Penghargaan Dunia


Berita setempat
schedule 15 Juli 2018
Paris, Perancis
37178544 10213734576010897 548349156263985152 n

Produk teh Indonesia menerima penghargaan “AVPA Gourmet Product 2018” di Paris

Paris, Perancis: Teh Indonesia menerima sertifikat penghargaan “AVPA Gourmet Product 2018" untuk kategori Black Tea yang berasal dari produsen PT. Bukitsari dengan merk “Bankitwangi". Sertifikat ini merupakan penghargaan dari “Teas of The World International Contest" yang diselenggarakan Agence pour la Valorisation des Produits Agricoles atau AVPA Prancis, suatu organisasi yang berdomisili di Paris yang bertujuan untuk membantu meningkatkan nilai tambah dan memasarkan produk pertanian pada tingkat nasional dan internasional.

Dalam acara yang berlangsung tanggal 10 Juli 2018 di Paris tersebut, penghargaan diberikan langsung oleh Philippe Juglar, Presiden AVPA, kepada Bapak Suryo Tutuko, perwakilan PT. Bukitsari, serta disaksikan oleh Duta Besar RI Paris, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan. Ajang internasional “Teas of The World" merupakan kompetisi pertama khusus untuk memberikan penghargaan produsen teh terbaik yang diselenggarakan oleh AVPA. Produk teh yang dipertandingkan dibagi berdasarkan sembilan kategori, yaitu Green tea, White tea, Oolong Clear, Darjeeling, Oolong Moyen, Oolong Oriental Beauty, Oolong Dark, Black Tea, dan No Category (lainnya). Penilaian juri pun berlangsung ketat. Dari keseluruhan 113 produk teh yang dipertandingkan (dari 15 negara produsen), hanya 53 teh yang mendapatkan penghargaan, diantaranya dari Jepang, Tiongkok, India, dan Taiwan.



Potensi pasar teh di Perancis.

Sebagai negara gastronomi dan importir teh terbesar ke-5 di kawasan Eropa, Perancis tidak bisa lagi mengabaikan pentingnya teh dalam kehidupan sehari-hari. Teh sudah berhasil memikat sepertiga dari populasi Perancis dan sekarang menjadi segmen barang konsumsi yang dinamis. Berdasarkan data Trademap tahun 2017, nilai impor Perancis untuk produk teh, atau “Tea, whether or not flavoured" dengan kode HS 0902, mencapai 168,37 Juta US Dollar.

Pasar teh di Perancis naik 6,6% pada tahun 2017 dan terus stabil hingga kini. Dari jumlah tersebut, hingga 25% adalah permintaan teh premium atau teas of origin, sementara sisanya adalah permintaan dalam bentuk teh celup yang dibeli di supermarket. Kebutuhan ini tentunya menjadi pertimbangan bagi para produsen dan pemasok teh.

Pada tahun 2017, Indonesia merupakan pemasok dengan peringkat ke-11 dengan share sebesar 1,69% atau senilai USD 2.841.000.  Namun demikian jumlah ini masih jauh bila dibandingkan dengan China USD 43.605.000, Sri Lanka USD 10.171.000, dan India USD 6.706.000. Nilai pertumbuhan ekspor Indonesia di pasar Perancis adalah sebesar 6,56% untuk kurun waktu 5 tahun dari tahun 2013-2017.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.