Mengunjungi fakultas kedokteran tertua di dunia.


Perjalanan
schedule 11 Mei 2017
Montpellier, Perancis
Fac medecine 1

Dari bangunannya saja sudah membuat banyak orang yang terpukau. Tembok gagah, dengan dua patung dari para guru besar lulusan Montpellier yang namanya melambangkan kejayaan masa ilmu kedokteran di jaman itu. Sekolah ini berada di Montpellier Prancis.

Montpellier! Kota yang terkenal sebagai kota pelajar. Tak heran bila kota ini setiap tahunnya menarik banyak minat para mahasiswa untuk menjalani pendidikan di kota yang selalu sohor dengan suhunya yang lebih hangat dibandingkan kota lainnya di Prancis. Tapi ada satu yang membuat kota Montpellier menjadi acuan para mahasiswa baru yaitu sekolah kedoterannya. Fakultas ini berada di dalam sebuah bangunan world heritage dan juga merupakan sekolah kedokteran tertua dunia yang masih aktif berjalan hingga saat ini.

Terbentuk pada tahun 1220 sekolah kedokteran mana saat itu para ilmuan di bidang kedokteran melakukan dan mendapatkan ilmu tidak dalam satu tempat tertentu. Barulah di Montpellier ini, didirikan sebuah sekolah yang menjadi satu dengan bangunan katedral Saint Pierre.

Karena dianggap sebagai peninggalan bersejarah dunia, maka fakultas ini tak heran jika hampir setiap harinya didatangi wisatawan dari mancanegara. Tentu saja untuk bisa masuk sebagai turis, harus dengan pemandu wisata.

Jika beruntung, di hari tertentu pengunjung akan diajak langsung melihat dan berpartisipasi bagaimana para mahasiswa jaman dahulu menimba ilmu di sini. Dari mulai kita masuk, seorang profesor dengan pakaian khas pengajar kedokteran abad ke 15 akan menyambut kita. Menerangkan cerita dibangunnya fakultas kedokteran ini. Karena sebelumnya para pelajar mendapatkan ilmu kedokteran mereka bisa di mana saja, bahkan di lorong kotapun kadang dilakukan.

Di ruangan ampiteater misalnya, pengunjung akan di ajak bagaimana mahasiswa mendapatkan pengajaran dari guru besar mereka Saporta, yang merupakan dokter besar, dan mengajar di fakultas ini ada abad ke 15 dan 16. Jangan heran, sistim pendidikan yang masih sangat ketat, para pelajar dibuat disiplin dengan pecut sebagai tanda saat mereka mulai tak patuh.

Pada saat kepemimpinan Raja Guilhem ke 8, yang merupakan raja Montpellier, ia memberikan kebijakan di abad ke 13, untuk sekolah kedokteran di kota ini, bahwa setiap orang dan apapun asal asulnya boleh memberikan pengajaran. Banyak dokter Arab, Yahudi dan Latin, yang di usir dari Spanyol mereka tiba di Montpellier untuk bekerja sama. Kedokteran Montpellier ini, sejak dahulu memang terkenal memiliki toleransi dalam bidang keilmuan. Apakah hal itu yang membuat fakultas ini lebih maju dibandingkan fakultas lainnya?

Seorang sejarahrawan Chaterine Larose menerangkan jika memang pada masa itu berbagai ilmuwan dari penjuru dengan perbedaan keyakinan mereka, seperti muslim, yahudi, kristiani mereka bisa saling berbagi ilmu tanpa melihat adanya faktor agama dan budaya. Padahal di jaman itu boleh dibilang ilmu kedokteran sangat ketat hubungannya dengan agama. Namun di Montpellier ini justru yang terjadi adalah sebaliknya. Ia juga berkata: "Seperti yang kita bisa lihat di dinding bangunan ini, terdapat nama-nama arab dan yahudi." "Mereka saling bekerja dan hidup dengan baik dengan ilmu mereka." Bila sekolah kedokteran di Montpellier menjadi sangat penting sejak abad pertengahan berkat itu, karena sekolah ini lebih terbuka, dogmatis, tidak seperti sekolah di Paris, Sorbonne misalnya, dan karena itu banyak orang dan anak muda yang memilih untuk menimba ilmu di Montpellier, khususnya dari Swiss, Jerman dan seluruh Eropa."

Para mahasiswa di sekolah kedokteran ini juga banyak yang mengakui reputasi dari fakultas kedokteran di Montpellier ini sangat terkenal membuat mereka mencoba untuk bisa menjadi salah satu mahasiswanya, tapi ada hal lainnya yang membuat mereka tertarrik kualitas hidup dan cuaca di belahan selatan dengan suhu yang terbilang hangat inilah yang bagi mereka sangat cocok untuk menimba ilmu dengan kurun waktu lama seperti sekolah kedokteran ini.
Sekolah kedokteran di Montpellier ini juga merupakan yang pertama melakukan anatomi tubuh manusia di dunia secara ilmu kedokteran dalam memberikan pengajaran kepada murid.  Hal ini dianggap  merupakan kemajuan sangat besar di abad itu. Karena itu berupa peninggalan dari bekas anatomi masih disimpan dan di jaga dalam museum ke sekolah ini.

Sisi lain yang membuat sekolah di Montpellier ini terkenal adalah berkat tamannya yang juga menjadi warisan budaya dunia. Karena taman yang didirikan pada tahun 1539 ini juga merupakan taman botanik tertua di Prancis. Taman ini dibuat oleh Richer Belleval yang merupakan dokter dari Raja Henri 4 dan Louis ke 13.

Di taman inilah hingga saat ini para pelajar melakukan banyak penelitian dari tumbuhan dibidang ilmu kedokteran. Di sini para pengunjung bisa mendatangi secara bebas. Salah satu pohon yang berusia 400 tahun bahkan dipercaya sebagai pengabul permohonan. Para mahasiswa ataupun publik biasanya datang ke pohon ini untuk menaruk kertas permohonan di antara celah-celah batang pohon.

Bisa menjadi mahasiswa di sekolah kedokteran di Prancis merupakan hal yang sangat sulit. Karena hanya diberikan dua kali untuk bisa lolos seleksi. Jika seorang peserta gagal hingga dua kali maka dirinya tidak akan bisa mendaftarkan di seluruh sekolah kedokteran di Prancis. Sementara di sekolah kedokteran montpellier ini merupakan sekolah yang paling sulit untuk dimasuki namun setiap tahunnya tetap saja ribuan yang mencoba untuk lolos seleksi/ dari ribuan tak lebih dari 230 mahasiswa yang diterima setiap tahunnya di sekolah ini.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Pesilat Indonesia Berjaya Di Festival Bela Diri Dunia!

01 April 2018 - Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.