Mahasiswa UMS Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Konferensi Keamanan Siber Bergengsi Dunia Black Hat MEA
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Bayu Fedra, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS, berhasil menembus konferensi keamanan siber paling prestisius di dunia, Black Hat Middle East and Africa (MEA), yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 2–4 Desember 2025.
Dalam forum global tersebut, Bayu Fedra menjadi satu-satunya perwakilan sekaligus pembicara dari Indonesia, di antara para pakar keamanan siber, peneliti, dan profesional teknologi dari berbagai negara.

Keikutsertaannya di Black Hat MEA merupakan hasil seleksi ketat yang hanya meloloskan riset dan inovasi terbaik di bidang keamanan digital. Bayu mempresentasikan penelitian terkait penilaian keamanan alamat IP (IP Security Assessment), yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko serta meningkatkan perlindungan sistem jaringan dari ancaman siber.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Black Hat MEA. Ini adalah kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di level global,” ujar Bayu Fedra.
Ia menjelaskan bahwa riset yang dipresentasikan berfokus pada metode analisis risiko keamanan jaringan, khususnya dalam mendeteksi potensi celah keamanan pada alamat IP yang kerap menjadi target serangan siber.
“Penelitian ini diharapkan dapat membantu organisasi dan perusahaan dalam mengidentifikasi kerentanan sistem sejak dini, sehingga dapat mencegah serangan siber yang lebih besar,” tambahnya.
Black Hat, Forum Bergengsi Dunia Keamanan Siber
Black Hat dikenal sebagai salah satu konferensi keamanan siber terbesar dan paling bergengsi di dunia. Acara ini rutin menghadirkan para ahli keamanan, hacker etis, peneliti, hingga perusahaan teknologi global untuk berbagi temuan terbaru terkait ancaman digital dan strategi mitigasi.
Keikutsertaan Bayu Fedra di forum ini dinilai sebagai pencapaian luar biasa, tidak hanya bagi UMS, tetapi juga bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Dosen pembimbing sekaligus perwakilan UMS menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut dan menilai prestasi ini sebagai bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam perkembangan teknologi global.
“Prestasi Bayu menunjukkan bahwa mahasiswa UMS mampu bersaing secara internasional. Ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan meneliti,” ujar perwakilan pihak kampus.
Dijadwalkan Tampil di Black Hat Europe
Setelah sukses tampil di Black Hat MEA di Arab Saudi, Bayu Fedra juga dijadwalkan melanjutkan kiprahnya di ajang Black Hat Europe yang akan diselenggarakan di London, Inggris.
Kesempatan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu talenta muda Indonesia di bidang keamanan siber yang berpotensi memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan dunia digital di masa depan.
“Saya berharap prestasi ini dapat membuka jalan bagi mahasiswa Indonesia lainnya untuk berani tampil di forum internasional dan membawa nama bangsa,” kata Bayu.
Dorong Rekognisi Global Pendidikan Indonesia
Keberhasilan Bayu Fedra dinilai turut memperkuat rekognisi global UMS serta menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di Indonesia mampu mencetak talenta unggul di bidang teknologi dan keamanan siber.
Pihak kampus berharap pencapaian ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi serta meningkatkan minat generasi muda Indonesia dalam mendalami bidang cyber security yang semakin krusial di era digital.
Narasumber: UMS

