Jember Carnival Meriahkan Promosi Indonesia di Rusia

Para pengunjung mengerumuni Paviliun Indonesia dan menyaksikan atraksi serta keunikan kostum Jember Carnival. Tidak sedikit di antara mereka yang mengabadikannya dengan mengambil foto dan video, termasuk melalui telepon genggamnya, dan bahkan berfoto atau swafoto bersama model yang mengenakan kostum Jember Carnival. 

Indonesia tampil dengan paviliun seluas 80 m2 berkonsep open space dilengkapi dengan miniatur perahu Pinisi dan gapura Bali. Tampil pula seorang barista yang menyajikan berbagai cita rasa kopi dari beberapa daerah Indonesia. Kopi Indonesia yang sangat dikenal di Rusia banyak menarik minat dan langsung diserbu para pengunjung pameran.

Sebanyak 15 pelaku industri pariwisata Indonesia ikut serta pada pameran ini, yaitu Pegasus Indonesia Travel, the Westin Resort Nusa Dua Bali, the Ritz Carlton Bali, Hilton Bali Resort, Melia Bali, Mac Asia Group, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Tiare Cruise, Maya Resort, Grand Hyatt Bali, Intercontinental Bali Resort, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Ayodya Resort Bali dan Pacto Ltd. Indonesia.

Tren peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia dalam tiga tahun terakhir menjadi perhatian dan sambutan positif dari Kementerian Pariwisata dan pelaku industri pariwisata tanah air. Terlebih lagi saat ini pemerintah tengah gencar mempromosikan 10 destinasi wisata baru, the New Bali untuk lebih mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia yang tersebar di berbagai daerah. Hingga saat ini Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan Rusia ke Indonesia.

“Bali adalah Indonesia, tapi Indonesia bukan hanya Bali. Tahun ini Indonesia menempatkan tiga pulau di peringkat teratas dalam kategori the 15 Best Islands in the World versi Travel+Leisure, yaitu Lombok di peringkat 3, Bali di peringkat 2 dan Jawa di posisi teratas”, kata Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus, M. Wahid Supriyadi, pada industrial gathering yang dihadiri tour operator dan travel agent Rusia di sela-sela Otdykh Leisure. Dubes Wahid sekaligus mengajak mereka untuk mengeksplore lebih banyak lagi destinasi wisata di Indonesia melalui Bali sebagai gerbang utama.

Rencana penerbangan langsung maskapai penerbangan Rusia Aeroflot-Rossiya dari Moskow ke Denpasar yang akan dimulai tanggal 28 Oktober 2018 hingga 30 Maret 2019 mendapat sambutan antusias dari para pelaku industri pariwisata Indonesia dan Rusia. Frekuensi penerbangan sebanyak tiga kali seminggu dan harga yang bersaing dapat semakin meningkatkan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia. Di samping itu, adanya penerbangan ini bisa dipastikan akan turut mendorong perkembangan sektor-sektor bisnis lain, seperti potensi ekspor buah tropis Indonesia dan produk-produk unggulan lainnya ke pasar Rusia.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi Informasi, Samsriyono Nugroho mengatakan promosi melalui ajang pariwisata Otdykh Leisure ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan awareness publik Rusia tentang Indonesia sebagai destinasi wisata yang perlu dikunjungi. Menurut Samsriyono, tidak kalah penting juga adalah promosi Indonesia yang dilakukan secara digital melalui media sosial maupun media elektronik dan online yang populer di Rusia.

“Hal ini sangat efektif untuk menyasar generasi milenial yang saat ini banyak melakukan traveling ke luar negeri secara independen,” ujar Samsriyono.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV Kementerian Pariwisata, Agustini Rahayu mengemukakan pada kenyataannya destinasi Indonesia masih sangat diminati oleh masyarakat Rusia, terbukti dengan data dari ATOR (Asosiasi Travel Agents besar di Rusia), bahwa ada 191 travel operators/agents yang menjual paket Indonesia. Ditambahkannya bahwa tahun lalu kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 110.500 orang, meningkat 37,28% yang merupakan persentase pertumbuhan tertinggi di antara semua wisman ke Indonesia sepanjang 2017.

Pameran yang dikenal dengan “Otdykh Leisure” ini merupakan pameran pariwisata internasional terbesar di Eropa Timur dan diikuti oleh 861 peserta dari 85 negara. Pameran diselenggarakan setiap awal musim gugur untuk menggaet wisatawan Rusia yang akan mengisi liburan musim dingin antara bulan November hingga Maret.

Selama pameran, potensi transaksi bagi industri periwisata Indonesia diperkirakan sekitar Rp 400 milyar dan terjalin kesepakatan kerja sama antar pelaku industri pariwisata Indonesia dan Rusia. Peserta Indonesia juga melakukan sales call dengan sejumlah tour operator dan travel agent di berbagai kota di Rusia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *