Angklung Goes to University: Promosikan Budaya Indonesia di Frankfurt, Jerman

Halo Sobat Surat Dunia, ternyata nih, antusiasme masyarakat Jerman terhadap angklung cukup tinggi. Buktinya, pada Jumat, 29 Mei 2026, sebuah Workshop Angklung sukses digelar di Seminarhaus Goethe University Frankfurt.
Acara ini diselenggarakan oleh Angklung Frankfurt Orchestra (AFO) dengan dukungan KJRI Frankfurt serta Departemen Southeast Asian Studies Goethe University Frankfurt.

Melalui program Angklung Goes to University, AFO ingin memperkenalkan angklung kepada masyarakat lokal Jerman yang berasal dari berbagai latar belakang dan budaya. Workshop yang berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 19.00 tersebut diikuti sekitar 40 orang dan didominasi oleh warga Jerman.

Acara dibuka dengan penampilan Angklung Frankfurt Orchestra yang membawakan lagu tema Mission: Impossible dalam aransemen angklung. Penampilan tersebut memperlihatkan bagaimana alat musik tradisional Indonesia dapat membawakan karya internasional dengan karakter yang unik dan menarik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Arndt Graf mewakili Goethe University Frankfurt, dilanjutkan oleh Ibu Oktavia Maludin selaku Acting Konsul Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt, serta Ashleika Adelea sebagai perwakilan Angklung Frankfurt Orchestra. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan tanda penghargaan dari KJRI Frankfurt kepada Goethe University Frankfurt sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap promosi budaya Indonesia di lingkungan universitas.

Selanjutnya, tibalah momen yang ditunggu-tunggu. Sesi utama workshop dipandu oleh Ocky Herdian, seorang ahli angklung asal Bandung yang menempuh Program Studi Angklung dan Musik Bambu di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Dalam sesi workshop, peserta diperkenalkan pada sejarah, filosofi, serta teknik dasar memainkan angklung. Mereka kemudian praktik langsung bermain angklung secara berkelompok dan membawakan lagu Can’t Help Falling in Love yang dipopulerkan oleh Elvis Presley.

Selain memperkenalkan angklung sebagai alat musik tradisional Indonesia, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Angklung sendiri telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Angklung juga menjadi salah satu simbol penting kekayaan budaya Indonesia yang mengajarkan nilai kebersamaan, kerja sama, dan harmoni.
Keseruan acara berlanjut setelah workshop selesai. Para peserta diajak menikmati sajian khas Indonesia yang disediakan secara gratis, seperti wajik, sate ayam, sate tempe, gorengan, dan berbagai makanan ringan lainnya. Momen ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal Indonesia tidak hanya melalui musik, tetapi juga melalui cita rasa kulinernya.


Menurut Ashleika, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian program Angklung Workshop Goes to University Series.
“Next kita akan tampil di Hochschule Worms, lalu undang mereka untuk datang workshop. Karena program kita pengen makin banyak regenerasi angklung dari diaspora dan lokal Jerman,” ujarnya. Wah, semangat ya teman-teman AFO!

FYI nih, Angklung Frankfurt Orchestra atau AFO masih membuka peluang bagi diaspora Indonesia di Jerman maupun teman-teman internasional yang tertarik untuk belajar dan bermain angklung. Latihan rutin diadakan di gedung KJRI Frankfurt, Zeppelinallee 23, Frankfurt am Main, setiap Rabu sore.
Nah, buat info lebih lanjut, bisa langsung menghubungi dan mengikuti akun Instagram @angklungfrankfurt.

