Doa, Kepedulian, dan Kehangatan di Victoria Park: SMI dan KMF Galang Bantuan untuk Sumatra
Hong Kong — Sahabat Migrant Indonesia Hong Kong (SMI) berkolaborasi dengan KMF Katalis Madani Filantropi menggelar kegiatan Doa Bersama, penggalangan baju gamis layak pakai, serta layanan gratis Pijat Relaksasi Kaki pada Minggu, 25 Januari 2026, di Lapangan Victoria Park, Causeway Bay, Hong Kong.
Meski cuaca pagi itu cukup dingin, suasana di lapangan rumput Victoria Park terasa hangat dengan hadirnya layanan pijat relaksasi kaki yang diberikan oleh tim Nur Asy Syifa LC. Layanan ini disambut antusias oleh para pekerja migran Indonesia yang hadir.

Menurut Ibu Amirah, selaku koordinator acara, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap bulan pada minggu keempat. Ia menjelaskan bahwa selain doa bersama, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggalang baju gamis yang masih layak pakai guna disalurkan kepada korban bencana alam di Sumatra.
“Sebelumnya, relawan KMF juga telah turun langsung ke lapangan untuk menggalang donasi, baik secara langsung maupun melalui penggalangan dana daring melalui laman Facebook, yang seluruhnya disalurkan kepada para korban bencana di Sumatra,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Dosen Fajar Kurniawan, Dosen Bintang Nusantara dari Jakarta. Ia menyampaikan bahwa sebelum menghadiri acara SMI, dirinya baru saja mengunjungi rekan-rekan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kebakaran di Tai Po, Hong Kong, untuk memberikan bingkisan dan mengisi tausiyah dalam kegiatan pengajian di kawasan Tsim Sha Tsui.

Di hadapan para jamaah, Dosen Fajar Kurniawan menyampaikan sejumlah poin penting sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Ia menekankan tiga hal utama agar umat Muslim dapat meraih ampunan Allah SWT selama Ramadan, yakni meningkatkan amal sedekah, memperbanyak istighfar, serta mempersiapkan ilmu sebelum memasuki bulan puasa.
Selain itu, ia juga mengimbau jamaah untuk lebih memperhatikan konsumsi makanan sehari-hari, dengan memastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar halal, khususnya dengan memilih produk yang memiliki label halal di Hong Kong.
Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang tidak hanya mempererat silaturahmi antar pekerja migran Indonesia di Hong Kong, tetapi juga menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara di tanah air yang terdampak bencana.


