Evakuasi 32 WNI dari Iran Dimulai, Pemerintah Pantau Seluruh Warga di Kawasan Konflik
Teheran, Iran –Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) telah memulai evakuasi tahap pertama terhadap 32 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah, yang membahayakan keselamatan warga negara asing.
Evakuasi dilakukan melalui jalur darat menuju Azerbaijan, mengingat kondisi penerbangan dan keamanan udara di wilayah tersebut masih belum memungkinkan untuk penerbangan langsung ke Indonesia. Para WNI yang dievakuasi telah tiba di Baku, Azerbaijan, dan menunggu penerbangan lanjutan menuju tanah air.
“Evakuasi ini merupakan langkah pertama, dan kami terus memantau situasi untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di Iran,” ujar juru bicara Kemlu. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus berkomunikasi dengan warga Indonesia yang masih berada di kota-kota besar seperti Teheran dan Qom, baik yang menetap maupun yang berkunjung, untuk memberikan dukungan dan informasi terkini.
Menurut data pemerintah, terdapat sekitar 329 WNI di Iran, mayoritas pelajar dan profesional yang tinggal di ibu kota dan kota-kota lainnya. Jumlah 32 WNI yang dievakuasi adalah gelombang pertama, dan rencana evakuasi berikutnya akan menyesuaikan situasi di lapangan.
Langkah ini sejalan dengan praktik internasional, di mana banyak negara juga melakukan repatriasi atau evakuasi warga mereka dari wilayah konflik untuk memastikan keselamatan. Konflik yang meningkat di Timur Tengah membuat pemerintah Indonesia mengambil langkah preventif, memastikan warganya tidak terjebak dalam kondisi yang membahayakan.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama, dan setiap perkembangan akan diumumkan secara transparan kepada publik.

