Kirana Budaya Gelar Konferensi Batik di Toulouse, Prancis
Toulouse, Prancis – Kirana Budaya mendapat undangan dari asosiasi budaya Les Amis du Musée Georges Labit di Toulouse untuk mengadakan konferensi bertema batik Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan pada 14 Maret 2025 bertempat di Musée des Arts Précieux Paul Dupuy, Toulouse.


Les Amis du Musée Georges Labit merupakan asosiasi yang aktif menyelenggarakan program konferensi budaya dengan tujuan memperkenalkan peradaban dan kebudayaan negara-negara Asia kepada masyarakat Prancis. Asosiasi ini diketahui memiliki jaringan kerja sama dengan berbagai komunitas budaya dari Jepang, Korea, hingga negara-negara Timur Tengah. Baru-baru ini, mereka juga mengadakan perjalanan budaya ke Mesir sebagai bagian dari programnya.

Ketertarikan asosiasi tersebut terhadap Kirana Budaya bermula dari informasi yang mereka temukan melalui situs resmi Kirana Budaya. Kontak pertama dilakukan pada bulan November 2025, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan kegiatan konferensi batik.
Dalam konferensi tersebut, Kirana Budaya menunjuk Cira Bhang sebagai pembicara utama. Cira dikenal sebagai pengajar batik di sebuah sekolah di Marseille yang bekerja sama dengan KJRI, serta memiliki pengetahuan luas mengenai berbagai jenis batik di Indonesia.

Konferensi berlangsung selama dua jam, mulai pukul 14.30 hingga 16.30, dan dilaksanakan dalam ruang khusus konferensi di dalam museum. Sekitar 30 hingga 40 orang tercatat hadir mengikuti acara.

Materi konferensi membahas sejarah batik Indonesia, ragam motif dan simbol pada kain tradisional, hingga teknik pembuatan batik. Naskah presentasi disusun melalui kerja sama antara Cira Bhang dan pihak Kirana Budaya, dengan penekanan pada ragam batik dari berbagai daerah, mulai dari batik Priangan, batik pesisir, hingga batik klasik dari Solo dan Yogyakarta.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta karena dinilai menarik serta memberikan wawasan mendalam mengenai kekayaan batik Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia.

Ke depan, Kirana Budaya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di kota-kota lain di Prancis agar masyarakat semakin mengenal kain-kain tradisional Indonesia dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Menurut Ninik Wiratno, Ketua Kirana Budaya, konferensi seperti ini menjadi langkah penting dalam memperluas pemahaman publik Prancis terhadap kekayaan warisan budaya Indonesia.

