Printemps Indonésien Tampilkan Film Bisikan Perjamuan Terakhir di La Maison de l’Indonésie

ParisParis, 29 Maret — Acara budaya Printemps Indonésien sukses diselenggarakan di La Maison de l’Indonésie, Paris, dengan menampilkan pemutaran film Bisikan Perjamuan Terakhir sebagai salah satu sorotan utama kegiatan. Sekitar 30 orang mendaftar untuk menonton film ini.

Selain pemutaran film, rangkaian acara pada 29 Maret juga menghadirkan workshop kopi Indonesia serta penampilan nyanyian yang memperkaya pengalaman para pengunjung terhadap kekayaan seni dan tradisi Indonesia.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari asosiasi Réseaux Indonésie bekerja sama dengan La Maison de l’Indonésie Paris. Tujuan utama acara ini adalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Prancis, sekaligus mempererat hubungan budaya antar kedua negara.

Acara berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan hangat dari para peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan Printemps Indonésien dapat terus menjadi wadah pertukaran budaya yang inspiratif di masa mendatang.

Tentang Film Bisikan Perjamuan Terakhir 

Bisikan Perjamuan Terakhir adalah karya bersama beberapa pekerja film independen dari Indonesia.  Disutradarai oleh Daniel Rudi Haryanto, film ini membutuhkan waktu tujuh tahun lebih hingga akhirnya dirilis dalam program world premiere pada akhir 2025 l di Jogyakarta Asian Film Festival (JAFF Netpac) 2025.

Daniel Rudi Haryanto menggunakan kemampuannya sebagai pelukis untuk menggambarkan lebih dalam pergolakan batin para korban untuk saat peristiwa itu berlangsung dan sesudahnya. Gambar-gambar, arsip dan video wawancara itu kemudian disempurnakan dengan pengerjaan efek visual oleh Oscar Herry dan Firman Sasongko dari team Dreamcatchers Studio, dan desain suara dikerjakan oleh Resky Machyuzar.

Pada 21 Maret tahun 2026 film ini menjadi salah satu film yang dinominasikan dalam Festival International Cinéma Asiatique di kota Tours (FICAT), Perancis, dan terpilih sebagai salah satu dari empat film terbaik yang dipresentasikan dalam festival ini.

Bagi para sineas indonesia ini, penilaian juri itu menjadi kebanggan tersendiri karena film ini mampu bersanding dengan film-film dari Jepang, Korea Selatan, India yang telah terkenal sebagai negara penghasil sinema dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *