Cinema Utopia Montpellier Tayangkan Women from Rote Island, Penonton Terhanyut dalam Cerita
Film yang dalam versi bahasa Prancis berjudul Les Femmes de l’Île Rote ini dihadiri oleh publik Prancis serta diaspora Indonesia di Montpellier dan sekitarnya. Suasana pemutaran berlangsung hangat dan interaktif, dengan berbagai tanggapan positif dari para penonton usai film diputar.

Sebelum film dimulai, acara diawali dengan sambutan kepada publik. Dini Kusmana Massabuau dari Surat Dunia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan film Indonesia ini dapat tayang di bioskop Utopia. Sambutan juga diberikan oleh Konsul Jenderal KJRI Marseille, Dian Kusumaningsih yang menyampaikan sekilas mengenai film Women from Rote island yang telah meraih gelar penghargaan dan juga mendapatkan kesempatan tampil diberbagai festival, serta apresiasi kepada berbagai pihak atas dukungan kegiatan tersebut.

Perwakilan PPI Montpellier, Joshua Armin dan Nasya Tanaya turut memberikan pemaparan mengenai kehidupan perempuan di Indonesia di awal acara.
Selama pemutaran, penonton tampak hanyut dalam alur cerita yang menegangkan dan penuh misteri, mengikuti dinamika emosi para tokohnya hingga akhir film. Usai pemutaran, berbagai komentar positif pun disampaikan oleh para hadirin.

Karine Soule mengungkapkan, “Filmnya sangat menarik. Walaupun ada kekerasan terhadap wanita di dalamnya, tapi saya sangat suka karena film ini menggambarkan kebangkitan wanita dalam memperjuangkan hak dan keadilan.”
Sementara itu, Domi mengatakan, “Ini pertama kalinya saya melihat film Indonesia. Saya biasa melihat film-film asing untuk festival, dan bagi saya film ini sangat jujur skenarionya, semoga saya bisa melihat lebih banyak lagi film Indonesia atau kegiatan seperti ini harusnya lebih sering diadakan.”

Usai pemutaran kepada Surat Dunia, Konjen RI Dian Kusumaningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempromosikan perfilman Indonesia di Prancis.
“Kegiatan ini merupakan upaya KJRI Marseille dalam mempromosikan film Indonesia dan ini bukan yang pertama kalinya. Alhamdulillah, berkat kerja sama dengan PT Bintang Cahaya Cinema serta bantuan Ari yang sudah membantu menerjemahkan ke dalam bahasa Prancis, saya berharap kegiatan ini bisa selalu mendapat sambutan positif dari publik Prancis. Kita akan terus mempromosikan film Indonesia yang berkualitas. Saya juga sangat berterima kasih atas kerja sama Surat Dunia dan PPI Montpellier yang telah mendukung acara ini hingga bisa tayang di Cinema Utopia,” ujarnya.

Sekretaris Pertama/Konsul (Sosial Budaya) KJRI Marseille, Theofilus Harefa turut memberikan tanggapan. “Kegiatan di Cinema Utopia kemarin merupakan sebuah terobosan bagi kami. Ternyata selain bisa screening by invitation, kita juga bisa bekerja sama dengan sistem semi-komersial. Tentunya kita harapkan ke depannya film Indonesia bisa masuk ke pasaran Prancis lebih banyak lagi.”
Dari kalangan mahasiswa, PPI Montpellier juga memberikan ulasan mengenai film tersebut. Joshua dan Nasya menyoroti kuatnya pesan mengenai peran dan perjuangan perempuan di Indonesia yang digambarkan dalam film. Mereka menilai Les Femmes de l’Île Rote menghadirkan gambaran yang berani tentang realitas sosial sekaligus menunjukkan semangat kebangkitan perempuan dalam memperjuangkan hak dan keadilan.

Pihak Cinema Utopia menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Pemutaran ini menjadi langkah nyata dalam memperluas jangkauan film Indonesia di kancah internasional, khususnya di Prancis, sekaligus mempererat hubungan budaya antara kedua negara.
Sebagai tanda mata KJRI Marseille memberikan hadiah bagi penonton yang bisa menjawab kuis. Usai acara penonton bisa mencicipi minuman teh Indonesia, permen kacang dan kue pandan.

