Pantauan KBRI Caracas Paska Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela
Rentetan ledakan keras disertai dengan langit malam yang berwarna merah terdengar hampir di seluruh wilayah Caracas Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari. Rentetan ledakan tersebut terpantau bersumber dari serangan masif terhadap situs strategis militer di Kompleks Fuerte Tiuna, Pangkalan udara La Carlota, Area Antena Komunikasi El Volcan, serta wilayah pesisir La Guaira,.
Tak lama setelah terjadi ledakan, lewat akun Truth Social-nya, Presiden Amerika Serikat mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores dalam sebuah operasi nkhusus bersandi Southern Spear. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez melalui saluran resmi pemerintah menuntut Pemerintah Amerika Serikat untuk menunjukkan bukti kondisi fisik Presiden Maduro.
Kondisi Kota Caracas pada hari Sabtu paska serangan Amerika Serikat terpantau sepi. Terlihat bahwa terdapat penurunan aktivitas yang dilakukan oleh Masyarakat Venezuela. Toko swalayan dan apotek sempat tutup di Sabtu pagi namun menjelang siang buka dengan membatasi jumlah pengunjung karena terdapat lonjakan jumlah pengunjung. Masyarakat Venezuela terpantau membeli bahan-bahan pokok lebih banyak dari biasanya namun masih dalam batas wajar.
Pada hari Minggu jalan-jalan di Kota Caracas sudah terlihat normal seperti hari biasanya namun masih banyak restoran dan café yang belum buka. Sementara untuk toko swalayan dan apotek sudah buka dengan jam normal dengan jumlah pengunjung yang relatif normal.
Terdapat 37 WNI yang berada di Venezuela yang mana seluruh WNI tersebut dalam kondisi aman telah diberikan imbauan dari KBRI Caracas untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta selalu berkoordinasi dengan KBRI Caracas.
Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.
Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka. Pemerintah Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama.

