Reog Ponorogo Dan Layar Perahu Bercorak Indonesia Ramaikan Festival Madagaskar

Diundang sebagai tamu kehormatan dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia KBRI Antananarivo menampilkan Reog Ponorogo dan berbagai pakaian khas nusantara pada pembukaan Vez’tival ke-6 yakni festival kebudayaan dan pariwisata di kota Toliara, Madagaskar Selatan (17/12/2821).

Acara ini diselenggarakan oleh beberapa asosiasi pengusaha pariwisata lokal yakni ASIRSO (Syndicat D’Initiative de la Region Sud-Ouest), VAVEA (Vahatse ty vezo aharo) dan ORTU (l’Office Régional du Tourisme de Tuléar). Dalam parade sejauh kurang lebih 2KM seputar alun-alun Kota Toliara, KBRI Antananarivo menampilkan kostum tradisional Indonesia dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta serta batik dari berbagai daaerah di Indonesia. 

“Tujuan KBRI Antananarivo pada Vez’tival tahun ini adalah untuk mempromosikan semangat persatuan dan keragaman budaya Indonesia serta persahabatan antara Indonesia dan Madagaskar dengan melibatkan peragawan dan peragawati asal kedua negara dalam Carnaval” ujar Kepala Perwakilan RI-Antananarivo.

Berbagai makanan tradisional Indonesia seperti Bakso Tahu, Sarang Semut, Lapis Legit dan Rempeyek, juga ikut disajikan. “Semoga kerja sama Indonesia dan Madagaskar di bidang ekonomi dan sosial-budaya dapat terus meningkat kedepannya,” tukas Benny Yan Pieter Siahaan.

Sehari setelahnya, Kepala Perwakilan RI-Antananarivo didampingi oleh PF Pensosbud-Protkons serta Konsul Kehormatan RI-Tamatave memenuhi undangan pihak Universitas sekaligus memberikan paparan mengenai hubungan bilateral Indonesia-Madagaskar dan sejarahnya Dalam kerjasama di sektor ekonomi, pendidikan dan politik, serta prospek hubungan kerjasama kedua negara kedepannya. 

“Saya berharap kiranya dapat mewujudkan kerja sama yang kongkret antara Universitas Toliara dan KBRI Antananarivo, khususnya memperingati HUT Universitas Toliara ke-50 pada tahun 2021,” ujar Rektor Universitas Toliara.

Presentasi Kepala Perwakilan RI-Antananarivo mengenai sejarah Indonesia-Madagaskar dari berbagai aspek mendapatkan tanggapan dari Professor Legros yakni pakar linguistik dari Universitas Toliara serta menjelaskan berbagai kedekatan RI-Madagaskar terutama dari segi linguistik. “Indonesia dan Madagaskar memiliki banyak sekali kesamaannya karena berasal satu rumpun yaitu rumpun bahasa Austronesia” papar Professor Legros.

Berlanjut pada Minggu (19/2/2021) bertempat di Pantai Ifaty-Toliara, diadakan lomba balap Sail Toliara yang diikutsertai oleh kurang lebih 50 pelayar setempat di Toliara. KBRI Antananarivo berkesempatan mengirim 3 layar bercorak Bendera Merah Putih, Wonderful Indonesia serta logo KBRI Antananarivo. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasi KBRI Antananrivo sebagai tamu kehormatan pada edisi ke-6 Vez’tival” ucap Gubernur Toliara. Setiap tahunnya Vez’tival Toliara mengundang tamu kehormatan, dimana 2 tahun sebelum pandemi adalah Uni Eropa dan Afrika Selatan.​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *