Indonesia Tampilkan Talenta Film Pendek di Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2026, Buka Peluang Pasar Global

Indonesia hadir menguatkan kiprah perfilman pendeknya di panggung internasional melalui partisipasi dalam Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2026 yang berlangsung di Prancis. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperluas akses pasar, memperkuat jejaring industri, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam dunia perfilman pendek global.

Festival yang digelar pada 30 Januari–7 Februari 2026 ini menjadi salah satu ajang paling penting bagi sineas film pendek dari berbagai belahan dunia, dengan rangkaian kompetisi, program non-kompetisi, serta kegiatan pasar film internasional yang intensif.

Menurut Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, kehadiran delegasi Indonesia di ajang tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga lokasi strategis untuk memperkuat posisi film pendek Indonesia di kancah global, sekaligus membangun jaringan dan menarik perhatian pelaku industri dunia.

Dalam festival ini, sejumlah karya dari Indonesia turut tampil dalam berbagai program. Di antaranya film kolaborasi produksi lintas negara berjudul One Tropical Rain of Love and Guilt, serta beberapa film pendek Indonesia lainnya seperti Basri and Salma in a Never-Ending Comedy, Prenjak, dan Ragadi Maparo yang masuk dalam program non-kompetisi FOCUS: South East Asia.

Lebih jauh lagi, para pembuat film Indonesia juga dilibatkan dalam sesi profesional seperti Talent Connexion, yang menjadi wadah mempertemukan talenta Indonesia dengan para profesional industri dari dunia internasional — membuka peluang diskusi tentang pengembangan proyek dan kolaborasi masa depan.

Partisipasi ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem perfilman nasional agar mampu bersaing dan berkelanjutan di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *