Promosi Estafet Indonesia di Prancis: 8 Hari Non-Stop dari Gastronomi, Kopi hingga Pariwisata
La Maison De L’Indonésie membawa promosi Indonesia secara berkelanjutan melalui tiga event internasional di Paris, 10–17 September 2026
Paris, September 2026 — Indonesia akan hadir di Paris selama delapan hari berturut-turut melalui rangkaian promosi gastronomi, kopi dan pariwisata yang digagas La Maison De L’Indonésie.
Promosi dilakukan secara estafet, mulai dari Village International de la Gastronomie pada 10–13 September, Paris Coffee Festival pada 14 September, hingga IFTM Top Resa pada 15–17 September 2026.
10–13 September | Village International de la Gastronomie

Rangkaian promosi dimulai di Village International de la Gastronomie, salah satu ajang gastronomi internasional di Paris. La Maison De L’Indonésie akan menghadirkan stand Indonesia yang memperkenalkan makanan, minuman dan berbagai produk Nusantara, mulai dari kopi, rempah-rempah, jamu hingga produk gastronomi dan artisan.
Kehadiran Indonesia tidak hanya memperkenalkan kuliner, tetapi juga menjadikan gastronomi sebagai pintu untuk mengenal budaya, tradisi dan identitas Indonesia.
12 September | Official Launching IWCA France
Salah satu agenda penting dalam rangkaian tersebut adalah peluncuran resmi International Women’s Coffee Alliance (IWCA) France.
Eka MONCARRE, Owner dan Director La Maison De L’Indonésie, dipercaya menjabat sebagai President IWCA France.

IWCA merupakan jaringan internasional yang hadir di lebih dari 40 negara dengan misi memperkuat peran, kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan dalam seluruh rantai nilai kopi.
Peluncuran IWCA France di Paris menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara negara-negara penghasil kopi dan negara konsumen, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi perempuan di sektor kopi, mulai dari petani, roaster, barista, entrepreneur hingga profesional industri kopi.
13 September | Demo Masak Indonesia – Slada Bangka
Pada 13 September, La Maison De L’Indonésie akan kembali memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara melalui demo masak Indonesia di stand Disciples Escoffier International.

Menu yang diperkenalkan adalah Slada Bangka, hidangan khas Bangka yang memadukan lobak atau navet dan udang dengan cita rasa khas Indonesia.
Demo ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan keragaman bahan, teknik pengolahan dan karakter rasa masakan Indonesia dalam lingkungan gastronomi internasional.
14 September | Paris Coffee Festival
Setelah empat hari mempromosikan gastronomi Indonesia, estafet berlanjut ke dunia kopi melalui Paris Coffee Festival pada 14 September.

Kopi Indonesia dengan kekayaan terroir dari berbagai daerah, seperti Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali hingga Papua, memiliki karakter dan identitas yang beragam.
Kehadiran La Maison De L’Indonésie menjadi bagian dari upaya memperkenalkan specialty coffee Indonesia kepada pasar dan komunitas kopi di Prancis.
15–17 September | IFTM Top Resa – Indonesia untuk Dunia
Promosi Indonesia kemudian berlanjut tanpa jeda ke sektor pariwisata melalui IFTM Top Resa, pameran B2B pariwisata internasional yang berlangsung di Paris pada 15–17 September 2026.

La Maison De L’Indonésie akan hadir di stand Indonesia dengan membawa pengalaman gastronomi dan budaya Indonesia kepada para profesional industri pariwisata.
Dalam kesempatan ini, La Maison De L’Indonésie akan menyelenggarakan Coffee Workshop dan Jamu Workshop, memperkenalkan dua kekayaan Indonesia yang memiliki potensi sebagai bagian dari pengalaman wisata Nusantara.
Kopi dan jamu bukan hanya produk, tetapi juga bagian dari lifestyle, budaya dan warisan Indonesia yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional.
8 Hari, 3 Event, 1 Misi: Promosi Indonesia
Rangkaian kegiatan 10–17 September 2026 ini mencerminkan strategi promosi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Gastronomi, coffee dan tourism menjadi tiga sektor yang saling terhubung untuk memperkenalkan Indonesia dari berbagai perspektif kepada masyarakat dan para profesional di Prancis.
Bagi Eka Moncaree, Founder La Maison De L’Indonésie sekaligus President IWCA France, promosi Indonesia tidak boleh berhenti pada satu acara.
“Promosi Indonesia tidak boleh berhenti pada satu acara. Kami ingin membuat sebuah estafet promosi yang terus bergerak—dari gastronomi, kopi hingga pariwisata. Selama delapan hari, Indonesia akan hadir di Paris secara non-stop, membawa rasa, aroma, budaya dan cerita Indonesia kepada publik Prancis dan dunia.”
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperkuat posisi La Maison De L’Indonésie sebagai Vitrine de l’Indonésie en France, sebuah ruang yang mempertemukan gastronomi, budaya, produk, kopi, jamu dan pariwisata Indonesia dengan masyarakat internasional.
Dari meja makan, ke secangkir kopi, hingga perjalanan wisata, Indonesia hadir di Paris tanpa henti.
Dari rasa, aroma, budaya hingga pengalaman wisata, Indonesia terus hadir dan memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada Prancis dan dunia.

