Dari Pencak Silat hingga Wayang, Pesona Indonesia Warnai Jantung Kota Moskow

Moskow, Rusia – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow bekerja sama dengan Pemerintah Kota Moskow menghadirkan program budaya “Wonderful Indonesia: Unity in Diversity” dalam rangkaian Festival Internasional Theatre Boulevard ke-3 di Chistoprudny Boulevard, Moskow, pada Sabtu (29/8). Program ini menjadi salah satu puncak acara dari Festival yang telah berlangsung selama 3 bulan dan berakhir pada 30 Agustus 2026.

Mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika, program tersebut memperkenalkan kepada masyarakat Rusia kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia melalui perpaduan seni tari, pencak silat, gamelan, dan pertunjukan wayang kulit. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

“Masyarakat Rusia sudah mengenal Bali, Setiap tahun, Pulau Bali menerima sekitar 200 ribu wisatawan Rusia. Tapi Indonesia bukan hanya Bali. Indonesia memiliki banyak destinasi indah, kekayaan alam, dan budaya yang beragam.” ujar Deputy Chief of Mission KBRI Moskow, Hartyo Harkomoyo dalam pidato pembukaannya. 

Diawali iringan gamelan Bali yang dinamis oleh grup Gamelan Dadali, kelompok gamelan yang berbasis di Moskow, program budaya terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama, “Harmony of Dances and Movement”, menghadirkan tarian tradisional Indonesia oleh sanggar tari binaan KBRI Moskow, Kirana Nusantara Dance (KND). Grup KND membawakan tari dari berbagai daerah Indonesia, yaitu Lenggang Nyai (DKI Jakarta), Piring (Sumatra Barat), Dolalak (Jawa Tengah), Jathilan (Jawa Timur), dan Bajidor Kahot (Jawa Barat). Penampilan KND ditutup dengan tarian Medley Nusantara dan tari bersama lagu “Gemu Famire” dan “Tamang Pun Kisah” yang diikuti oleh para penonton warga Rusia. 

Selain penampilan tari Indonesia, terdapat penampilan tari Rusia oleh mahasiswa Moscow City Open College, serta demonstrasi Pencak Silat oleh Federasi Pencak Silat Rusia. Promosi Pencak Silat sebagai seni bela diri tradisional Indonesia yang telah diakui UNESCO ini juga sebagai upaya menjaring lebih banyak peminat silat di Rusia, dan mendorong upaya jangka panjang memasukkan silat ke Olimpiade. 

Bagian kedua menampilkan Wayang Kulit lakon “Satria Bothok” dengan iringan langsung gamelan Jawa dari grup Gamelan Dadali. Pertunjukan wayang kulit yang juga telah diakui UNESCO tersebut mengisahkan keberanian Bima melawan Prabu Boko untuk membebaskan rakyat dari ketakutan, dengan pesan tentang keberanian, kepedulian, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan

Di sela kedua bagian pertunjukan, ditayangkan juga beberapa video singkat promosi pariwisata Indonesia. Para pengunjung juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan berfoto bersama para penampil, sehingga masyarakat Moskow dapat mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat. 

Kegiatan ini menarik antusiasme lebih dari 450 penonton, yang sebagian besar merupakan warga negara Rusia. Berlokasi di Chistoprudny Boulevard, salah satu ruang publik di pusat Kota Moskow, pertunjukan budaya Indonesia berhasil menarik perhatian masyarakat setempat, khususnya keluarga dan anak-anak yang menikmati akhir pekan terakhir menjelang dimulainya tahun ajaran baru di Rusia pada 1 September. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *