Garam Nipah Papua Mendapat Penghargaan Internasional


Berita setempat
schedule 26 Oktober 2018
Paris, Perancis
44778775 2317418511878014 5286941498259013632 n

Helianti Hilman, wanita indonesia yang gigih memperkenalkan berbagai produk Indonesia hingga tembus ke pasaran Dunia.

Kabar gembira dari Paris dari pedalaman Papua ke panggung dunia.

Saat kearifan lokal didukung oleh inovasi dan pemasaran, maka kekayaan hutan alam bisa menghasilkan produk yang diakui dunia tanpa harus merusak hutan

Garam Nipah Papua mendapatkan penghargaan Salon International de l’Alimentation (SIAL) 2018 Innovation Award.  Ini adalah garam dari tanaman yang pertama mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Proses kurasi dilakukan oleh perwakilan asosiasi chef Perancis.



Helianti Hilman, perintis PT Kampung Kearifan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Javara, mengubah stigma pangan dari pedesaan menjadi komoditas bernilai di tinggi saat diekspor. Ia mengungapkan, ini mungkin hanya sebuah langkah kecil, tapi ini merupakan pernyataan kami semua, bahwa hutan Indonesia menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan memiliki potensi ekonomi yang bisa dikelola secara berkelanjutan tanpa mengubah bentuknya.



Ini kemenangan bersama, dan terutama kemenangan para penjaga warisan hutan seperti Pace Charles Toto dan kawan-kawan dari Papua Jungle Chef yang tiada henti memetakan kembali warisan pangan hutan, mengkomunikasikan ke dunia dan menyuarakan kedaulatan pangan dengan menjaga integritas hutan kita. Perjalanan pendek kami ke Papua Barat Agustus tahun lalu ditemani oleh pace Chato dan Pak Thomas dari ANJAP membuka wawasan terhadap potensi tanaman pangan di hutan Papua dan memotivasi tim kami untuk menghasilkan produk yang dapat mewakili kehebatan kearifan tradisional. Dan kami percaya masih banyak potensi-potensi lain yang bisa dikembangkan.

Wanita yang memiliki latar belakang pendidikan hukum, menambahkan ini adalah contoh kolaborasi antar stakeholders yang luar biasa. Dan juga contoh bagaimana kearifan pengetahuan warisan perlu didukung oleh inovasi dan sains untuk bisa dikembangkan menjadi produk yang bisa dipasarkan dan memenuhi standar food safety internasional. Saatnya menumbuhkembangkan forestpreneurship bagi teman-teman para perimba.

Javara perusahaan yang punya tagline Indigenous Indonesia, mengangkat dari pangan tradisional dan budaya Indonesia. Perusahaan yang berdiri 8 tahun lalu dimulai dari beras, kemudian kacang-kacangan, kemudian tepung. Kemudian tambah lagi gula kelapa, kemudian rempah-rempah. Semua secara bertahap dari mulai dari 8 petani dengan 8 produk, sekarang 52 ribu dengan 750-an produk, dan 250 sudah standar organik Jepang dan Eropa.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.