Indonesia dan Sejarah Berdirinya Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Rusia


Berita setempat
schedule 10 Februari 2019
Moskow, Federasi Rusia
51753168 497140524147386 1015508166319800320 n

Berdirinya Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Rusia merupakan sejarah bagi bangsa-bangsa yang muda dan sedang berkembang, seperti Indonesia, tetapi juga menunjukan pentingnya pembangunan sumber daya manusia untuk menjadikan negara berkembang dapat bergerak maju.

Berdirinya Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Rusia atau Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN) di Moskow tidak lepas dari sejarah hubungan Indonesia-Rusia (Uni Soviet).

Hal tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus M. Wahid Supriyadi saat didaulat menjadi salah satu presidium pada acara Round Table with Representatives of Embassies of Foreign Countries and Foreign Graduates “The Contribution of RUDN to training the professionals for foreign countries” dalam rangka peringatan 59 tahun berdirinya RUDN di kampus RUDN, Moskow (8/2/2019).

Pertemuan dihadiri oleh jajaran akademisi RUDN, Duta Besar dan perwakilan kedutaan asing di Rusia, pejabat pemerintah Rusia dan sejumlah negara asing, alumni RUDN warga negara asing, termasuk Enjay Diana, Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow yang mendampingi Dubes Wahid. Hadir juga para ketua asosiasi mahasiswa negara-negara asing di RUDN, termasuk Ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia di RUDN Tiara Mandalika.

Menurut Dubes Wahid, pendirian RUDN tidak hanya merupakan sejarah bagi bangsa-bangsa yang muda dan sedang berkembang, seperti Indonesia, tetapi juga menunjukan pentingnya pembangunan sumber daya manusia untuk menjadikan negara berkembang dapat bergerak maju.

Pada 21 Februari 1960, atau hanya 16 hari setelah RUDN didirikan, di Universitas Gadjah Mada Ketua Dewan Menteri Uni Soviet, Nikita S. Khruschev, untuk pertama kalinya menyampaikan ke publik bahwa Pemerintah Uni Soviet telah memutuskan mendirikan Peoples’ Friendship University di Moskow. Pernyataan itu disampaikan di tengah-tengah kunjungan resminya ke Indonesia.

Pendirian universitas tersebut dimaksudkan untuk membantu mempersiapkan kader-kader bangsa dari negara-negara Afrika, Amerika Latin dan Asia. Setelah itu, banyak mahasiswa dari negara-negara di benua itu, termasuk Indonesia yang belajar di universitas tersebut.

“Saya merasa terhormat bahwa Indonesia, khususnya Universitas Gadjah Mada tempat saya belajar menjadi bagian dari sejarah ini,” kata Dubes Wahid saat menyampaikan sambutannya di acara Round Table tersebut.

Setelah 59 tahun berdiri, RUDN telah menjadi salah satu perguruan tinggi dan pusat pendidikan, serta ilmu pengetahuan yang berpengaruh dan dikenal tidak hanya di Rusia, tetapi juga di dunia. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menjalin kerja sama dengan RUDN, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Diponegoro.

RUDN merupakan sebuah universitas multibangsa. Saat ini di RUDN belajar lebih dari 31 ribu mahasiswa, sekitar 8500 di antaranya adalah mahasiswa asing yang berasal dari 155 negara, termasuk Indonesia. Para mahasiswa Indonesia tidak hanya menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga menjalin persahabatan dan mempromosikan Indonesia.

Menurut Dubes Wahid, di Rusia terdapat sekitar 600 mahasiswa Indonesia, 30 orang di antaranya studi di RUDN. Dubes Wahid berharap para mahasiswa tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan hubungan antara bangsa Indonesia dengan Rusia yang saat ini sedang menuju pada tingkat lebih tinggi, yaitu kemitraan strategis.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional RUDN Larisa I. Efremova menyampaikan bahwa RUDN menjalin kerja sama erat dalam program-program ilmu pengetahuan dan pendidikan dengan universitas-universitas di Indonesia. Ditambahkan bahwa salah satu prioritas kerja sama RUDN adalah mempersiapkan spesialis melalui penelitian ilmiah bersama di bidang kedokteran.

Sementara itu, Galina Tsvyk, Wakil Kepala Departemen Negara-negara Asia di RUDN mengatakan dalam pengembangan kerja sama dengan Indonesia, pada 14-17 Februari 2019 Tim RUDN akan berkunjung ke Jakarta untuk berpartisipasi pada pameran “Indonesia International Education and Training EXPO 2019” di Jakarta Convention Center. Dalam kunjungan tersebut Tim RUDN juga akan menyelenggarakan “Olimpiade Terbuka RUDN” di bidang Matematika, Kimia dan Ilmu Komputer bagi warga Indonesia yang berminat memperoleh beasiswa studi di RUDN untuk program sarjana, spesialisasi dan master.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Hafiz Cilik Indonesia Gemakan Ayat Suci Al-Quran di MTQ Internasional Moskow

23 Oktober 2018 - Moskow, Federasi Rusia

Dini Kusmana Massabuau

Peragaan Busana Indonesia di Moskow Membuat Penonton Terpesona!

07 Agustus 2018 - Moskow, Federasi Rusia

Dini Kusmana Massabuau

Anak Bangsa Kembali Mencetak Prestasi Di Olimpiade Moskow.

10 September 2018 - Moskow, Federasi Rusia

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.