Kesempatan Ekspor Minyak Atsiri Dari Indonesia Untuk Grasse Prancis Semakin Meningkat


Berita setempat
schedule 14 Juni 2019
Perancis
1yvkssejfx99m1zxadfa

Industri parfum Grasse membutuhkan kualitas minyak atsiri Indonesia. Indonesia penghasil essential oil kualitas tinggi seperti Ctrinonela (serai wangi), kemenyan, kapur barus dan minyak nilam.

Grasse, 13 Juni 2019. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin  Nasution berkunjung ke Grasse, Prancis tanggal 13 Juni 2019 untuk bertemu Pemerintah Daerah dan importir minyak atsiri dan kopi. Menko bertemu dengan Walikota Grasse , Asosiasi essential oil Prodarom, dan kelompok usaha dan industri Accords & Parfums, Pôle de Compétitivité, Mane, Robertet, Payan Bertrand, Bernardi, Tournaire, Firmenich, Asemer Demarest, SFA Romani, dan lain lain.

Konjen RI Marseille Asianto Sinambela dan Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman turut mendampingi kunjungan  dalam fasilitasi  pertemuan dengan Walikota Grasse, Jêrome Viaud dan kalangan usaha. Hubungan kerjasama Grasse dengan Indonesia telah berjalan baik, khususnya komoditi minyak atsiri yang diserap industri parfum di Grasse.



Walikota Jêrome Viaud menyambut baik keinginan Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan Grasse  sebagai ibukota produsen parfum di Prancis, dan secara tradisional mengimpor bahan baku minyak atsiri dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kunjungan Menko Perekonomian adalah untuk mendorong peningkatan kerjasama Indonesia dengan Grasse, dalam hal ini promosi hubungan langsung produsen minyak nilam, serai wangi, kemenyan et kapur barus Indonesia dengan pelaku usaha dan industri Grasse.

Produsen di Indonesia menginginkan adanya kerjasama langsung ekspor ke Prancis dan memperoleh referensi teknologi yang dapat diterapkan untuk memenuhi standar kualitas industri parfum di Perancis. Terbuka kesempatan investasi proses produksi minyak atsiri di Indonesia. Disamping minyak atsiri, komoditas kopi menjadi topik bahasan utama yang lain dalam pertemuan.

Walikota Grasse, Jêrome Viaud juga menjamu delegasi Indonesia pada Cocktail Reception yang dihadiri oleh petinggi Komunitas Aglomerasi Pays de Grasse, Wakil Presiden Dewan Departemen Alpes Maritime, asosiasi Prodarom, perusahaan kopi Malongo, perusahaan Fragonard , SFA Romani, Accords & Parfums.

Presiden asosiasi Prodarom, Phillip Massè menanggapi bahwa raw material dari Indonesia sebagian besar diperoleh melalui negara ketiga, dan sebagian kecil lainnya diperoleh langsung. Sementara kerjasama sudah terjalin lama dan meningkat dalam 10 tahun terakhir. Industri parfum Grasse membutuhkan data pendukung, baik kuantitas dan kualitas minyak atsiri Indonesia. Dengan demikian dapat dipetakan ketersediaan dan kebutuhan bahan baku dengan baik.

Wakil dari perusahaan kopi Malongo menyatakan keinginannya menjajaki MoU untuk pelatihan, pertukaran, seleksi  kopi organik. Malongo ingin membuka kerjasama ingin dengan produsen kopi Indonesia.

Menko Perekonomian memaparkan, Indonesia salah satu  penghasil kopi terbaik di dunia, bahkan sejak abad 19 telah dikenal kopi Mandailing dan Lingtong. Dalam tiga tahun terakhir, teknologi dikembangkan lebih baik dengan bibit kopi unggul yang pernah menjadi primadona dunia.

Disamping itu, Indonesia penghasil essential oil kualitas tinggi seperti Ctrinonela (serai wangi), kemenyan, kapur barus dan minyak nilam. Peluang pasar untuk produk-produk unggulan ekspor Indonesia di wilayah Grasse masih terbuka lebar, serta terdapat kebutuhan besar minyak atsiri dan kopi dari Indonesia yang dapat diserap di pasar Prancis Selatan.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Siapa yang sangka, desa kecil Baregbeg Ciamis, justru memiliki sekolah islam yang maju.

15 September 2017 - Ciamis, Indonesia

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.

Jajang Fahmi | 14 Juni 2019 14.30

Bagaimana dengan expor vetiver oil??