Pencak silat di Prancis makin dikenal berkat para aktor laga indonesia!


Berita setempat
schedule 07 September 2017
Maugio, Perancis
Pencak silat4

Berkat akting beberapa pemain film laga indonesia inilah ilmu bela diri asal Indonesia semakin banyak diminati. Dari mulai anak-anak sampai orang dewasa dari tahun ke tahun jumlah peminatnya semakin bertambah.

Ilmu bela diri pencak silat, di Prancis yang saat ini mulai banyak diminati salah satunya berkat film laga yang dibintangi oleh aktor indonesia, di mana laga silat diperlihatkan di dalamnya. Tak heran bila sejumlah perguruan pencak silat mulai berdiri di beberapa kota di Prancis. Salah satunya di kota Maugio. Sudah beberapa tahun klub ini menarik banyak peminat masyrakat prancis untuk menjadi anggota dan mempelajari silat sebagai salah satu pilihan olah raga mereka.

Setiap minggunya di perguruan Maugio ini mengajarkan ilmu bela diri asal indonesia. Siapa yang sangka, sejak dua tahun belakangan ini pencak silat semakin dikenal selain berkat peran aktor indonesia di film laga juga karena bela seni ini dianggap memiliki gaya dan teknik yang berbeda dari ilmu bela diri lainnya.



Pada awalnya di Prancis banyak yang mengira pencak silat adalah seni bela diri yang berasal dari dari Malaysia bahkan dari Thailand dan bukan Indonesia. Sejak beberapa tahun ini masuknya film-film laga indonesia ke Prancis membuat banyak para penggemar ilmu bela diri yang dianggap sebagai olah raga mulai, mengenal asal usul pencak silat. Dan perguruan bela diri inipun semakin banyak dan terkenal di Prancis.

Thomas Sciarrino, salah satu guru pencak silat perguruan cimande di Montpellier menyatakan: "Memang di sini belakangan ini sedang berkembang khususnya tahun ini berkat film yang dibintangi Cecep Arif Rahman, Iko Uwais dan yang lainnya yang membintangi The Raid, The Raid 1, The Raid 2 dan juga film Merantau, yang banyak membantu orang untuk mengenal pencak silat dan menjadi tertarik untuk bergabung di perguruan kita. Karena itu sedikit demi sedikit semakin berkembang.



Perkembangan ini juga dikarenakan saat ini mulai banyak guru silat asal prancis yang belajar seni bela diri ini langsung ke Indonesia. Sehingga budaya dan teknik silat yang mereka pelajari sesuai dengan gerakan-gerakan dari perguruan yang ada di tanah air. Di Prancis, jurus cimande yang lebih dianggap sesuai dan banyak diminati. Para pesilat asal negara ini, beberapa ada yang sengaja belajar di Indonesia selama beberapa tahun, bahkan salah satunya kini menjadi guru silat terkenal di Prancis.

Bagi mereka pencak silat adalah ilmu bela diri yang lengkap dan tidak bisa didapatkan di teknik bela diri lainnya. Seperti yang dituturkan oleh Gabriel Facal Guru besar silat ilmu bela diri Banten. Baginya jurus silat adalah ilmu bela diri yang paling lengkap. Tak heran jika ia sampai lebih dari sepuluh kali bolak balik ke Indonesia untuk memperdalam ilmu silat cimande yang dianggapnya paling sesuai untuk ajaran di Prancis.

Alexandre yang juga merupakan guru silat juga menambahkan: "Ada beberapa jurus silat yang tidak ada di bela diri lainnya, kebebasan, gaya naluriah hewan, yang tidak kodifikasi dengan aturan seni tapi secara luwes bisa ditemukan oleh tubuh kita."

Di Prancis, perkumpulan nasional pencak silat juga sudah terbentuk. Bahkan beberapa kejuaran pencak silat tingkat nasional dan internasional diadakan di Paris. Seperti Kejuaraan Paris terbuka atau Open de Paris, Best of the best yang mana pesertanya tidak hanya dari pesilat setempat namun juga datang dari negara lainnya. Maka tak heran bila nama pencak silat yang lebih dikenal sebagai olah raga ketimbang ilmu bela diri, semakin digandrungi masyakarakat prancis. 

Setiap ada pelatihan praktek pada akhir pekan di perguruan silat, biasanya banyak diminati oleh keluarga prancis untuk mengenal jenis bela diri ini, sekaligus menjadi aktivitas bersama. Seperti keluarga pasangan campuran indonesia prancis keluarga Trousselet, mereka menyatakan merupakan suatu kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berolah raga sambil mengenal teknik baru bela diri asal Indonesia. Bahkan dua anak mereka Méline dan Léa yang sama sekali belum pernah mengenal pencak silat mengaku sangat senang, meskipun pada awalnya mereka takut sakit! Ilmu bela diri ini bisa mereka kenal berkat Farrah, ibu baru mereka asal Indonesia. Mereka menyatakan, meskipun keduanya bukan berasal dari Indonesia, namun merupakan kebanggaan bisa berpartisipasi mengenal budaya olah raga asal ibu baru mereka. 

Antusias masyarakat prancis terhadap pencak silat sangat dihargai oleh KJRI Marseille. Datang sengaja untuk melihat bagaimana mereka berlatih dan berdiskusi adalah salah bentuk perhatian kepada klub-klub pencak silat. Ibu Konsul Jenderal Republik Indonesia di Marseille, menyatakan kekagumannya atas semangat dan rasa keingintahuan orang prancis terhadap bela diri pencak silat. Bahkan banyak dari mereka yang juga sekaligus memperdalam asal usul dan tradisi dari pencak silat langsung ke Indonesia. Ibu konsul Dewi Mayangsari Kusumaastuti juga menyatakan pencak silat bisa menjadi salah satu pertukaran budaya yang sangat positif antara Prancis dan Indonesia, hal seperti inilah yang sangat perlu mendapat perhatian dan mereka dukung. 



Kedatangan para staff KJRI Marseille ke Maugio ini tidak hanya dihargai karena perhatiannya, namun yang lucu adalah adalah karena mereka datang dengan cemilan indonesia, yang langsung diserbu para anggota klub pencak silat di sini.

Salah satu harapan para pesilat asal prancis ini adalah agar ilmu pencak silat bisa suatu saat masuk dalam kompetisi Olympiade!



Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.