Belajar Membatik Warnai Akhir Pekan di Montpellier dan Marseille


Perancis
Fb img 1573658094222

KJRI Marseille menyelenggarakan pelatihan membatik bertajuk « Atelier de Batik Javanais » di dua kota Montpellier dan Marseille selama hari Sabtu dan Minggu.

Kegiatan yang berlangsung pada 9-10 November ini berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Asosiasi Wanita Indonesia Montpellier (AWIM). Peserta yang mendaftar dan hadir di masing-masing kota memenuhi kuota maksimal sebanyak 40 orang di tiap kota.

Di kota Montpellier, instruktur batik yang berasal dari Sahabat Budaya Indonesia, Bapak Muhammad (Ahmad) Sartono, memandu jalannya pelatihan. Peserta dapat memilih untuk duduk di kursi dan meja yang disediakan atau merasakan pengalaman otentik dengan membatik secara lesehan di lantai. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Tenun oleh salah satu diaspora Indonesia di Montpellier.

Kegiatan membatik di Montpellier


Kegiatan di Marseille keesokan harinya juga tidak kalah meriah. Selain belajar membatik, para peserta juga diajak mendalami kebudayaan Jawa dengan mendengarkan lantunan tembang Jawa atau sinden serta mencicipi berbagai penganan tradisional nusantara seperti kue putu ayu, pastel, lemper ayam, dan pisang coklat.

M.Sartono memberikan pelatihan

Menurut Véronique dan Sebastien, dua peserta dari Marseille, acara ini menyenangkan untuk mereka meskipun sebagai pemula agak kesulitan mempraktekkan teknik membatik yang dilakukan secara tradisional lengkap dengan canting dan malam (lilin khusus membatik). Hasil akhir setelah proses pencelupan dan pewarnaan membuat para peserta terkagum dengan variasi motif, warna, dan teknik yang beragam.


Membatik di KJRI Marseille

Kegiatan pelatihan membatik ini merupakan peringatan 10 tahun masuknya batik dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO tahun 2009 yang lalu. Menurut Konjen RI Marseille, Bapak Asianto Sinambela, masuknya batik di UNESCO merupakan pengakuan dunia atas kedalaman filosofi dan budaya Indonesia, serta mengundang para peserta untuk mencari tahu lebih dalam lagi mengenai budaya Indonesia selain batik.



Nara sumber : KJRI Marseille


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.