Stand Indonesia, Tujuan Wisatanya Hingga Kopi dan Jamunya meraih kesuksesan di Internasional Pariwisata Di Berlin!


Berita setempat
schedule 11 Maret 2018
Berlin, Jerman
Img 20180310 wa0006

Kecantikan dari Gapura Candi Bentar, eloknya kapal Pinisi berpadu dengan arsitektur tradisional Bali berupa Bale Kulkul yang mempesona, membuat stand ini berhasil mengalahkan ratusan stand lainnya yang hadir di Internasional Pariwisata Berlin.

Pariwisata Bali kembali mengukir prestasi membanggakan.  Meraih urutan ke tiga dari pesaing berbagai negara untuk kategori "Best Ekhibitor kategori Asia, Australia dan Oceania. Penghargaan ini diraih dalam pameran Internationale Tourismus Borse (ITB) di Berlin, Jerman, yang merupakan pameran terbesar pariwisata dunia.



(ITB) di Messe Berlin yang di adakan tanggal 7 hingga 11 Maret ini, di pimpin oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang datang bersama sekitar 169 pelaku industri pariwisata Indonesia, termasuk 130 agen perjalanan, hotel, resort dan enam kantor pariwisata pemerintah daerah serta maskapai nasional, Garuda Indonesia.

Paviliun Indonesia yang 70 stand dari sekitar 135 stand di dominiasi budaya Bali karena masih menjadi tujuan utama wisatawan asing ke Indonesia. Namun tahun ini karena mengambil tema Maritim maka selain keanekaragaman Bali dan Budayanya, kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan menjadi dekor yang membuat stand Indonesia terlihat mempesona.

Semakin cantik dengan gabungan arsitektur tradisional Bali berupa Bale Kulkul dan tentu saja Gapura Candi Bentar.



Selain berhasil menjadi nomor 3 besar kategori stand pariwisata, Indonesia juga berhasil masuk terpilih sebagai "Best Top 100 Destination Internationale Tourismus Borse di Berlin ini, pemerintah indonesia berharap akan membawa dampak positif juga bagi kenaikan tingkat  wisatawan asing ke Indonesia. Jumlah wisatawan mancanegara asal Jerman yang berkunjung ke Indonesia di tahun 2017 mencapai 260,586 orang.

Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang berhasil masuk sebagai Best Top 100 Destination di Internationale diserahkan di Palais am Funkturm, ITB Berlin. Proses pengumuman pemenang dilakukan sekitar 16.00 waktu Berlin.

Total ada 5 kategori penghargaan yang diberikan. Mulai dari Best of Cities, Communities & Culture, hingga Best of Nature. Selain itu ada Best of Seaside, Earth Award, dan Best of the Planet. “Ini akan menaikkan 3C kita, Calibration, Confidence dan Credible!” kata Menpar Arief Yahya.

“Terpilihnya TNBB sebagai Best Top 100 Destination untuk Best of the Planet di Asia-Pacific tentu sangat membanggakan. Sebab, prestasi ini memiliki fungsi yang sangat strategis khususnya bagi TNBB,” tutur Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.


Lima taman nasional disekitar TNBB adalah Baluran (Situbondo), Alas Purwo (Banyuwangi), Meru Betiri (Banyuwangi/Jember). Selain itu, ada juga Taman Wisata Alam Kawah Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso).

Terakhir adalah TN Bromo Tengger-Semeru yang berada di wilayah Pasuruan, Malang, Lumajang, hingga Probolinggo.

“Posisi Banyuwangi sebenarnya menciptakan cross selling antara Bali dan Jawa Timur. Secara khusus cross selling ini diwakili oleh dua kabupaten, yaitu Jembrana di Bali dan Banyuwangi,” pungkasnya.




Selain mencoba bersaing dalam segi tujuan pariwisata, salah satu yang menarik lainnya adalah, banyak pengunjung yang datang ke paviliun indonesia karena tertarik dengan minuman kopi dan jamu. Minuman khas indonesia ini dianggap sangat berbeda dengan minuman yang tersedia di seluruh Eropa.

Home Coffee Roastery barista Deryl Juniar, menyatakan
bahwa kopi yang disajikan di pameran pariwisata internasiaonal ini berasal dari lima wilayah di Indonesia. Aceh Gayo, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Toraja Engkrekang dan Jawa Ijen. Rupanya kopi Indonesia yang dianggap memiliki aroma berbeda dengan kopi yang biasa di konsumsi di Eropa mendapat perhatian besar khususnya para pecinta kopi.

Selain Kopi, Jamu minuman tradisional Indonesia, juga banyak diminati. Apalagi setelah mereka mengetahui banyaknya khasiat yang bisa didapatkan dari minuman herbal ini. Minuman yang ditawarkan adalah Kunyit Asam, Wedang Jahe dan Bir Pletok asal Betawi.

Pembuat jamu Retno Wulandari juga turut hadir di acara ini. Retno menawarkan jamu daerah seperti Wedang Pokak dari Madura dan Jakencruk dari Wonosobo.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Film Indonesia Sekala Niskala Menang di Berlin International Film Festival!

26 Februari 2018 - Berlin, Jerman

Dini Kusmana Massabuau

Indonesia Pikat Pengunjung Oktoberfest 2018

17 September 2018 - Berlin, Jerman

Dini Kusmana Massabuau

Wow Kota Muchen di Jerman Mendapat Julukan "The Gamelan City of Eropa!"

12 Juni 2018 - Muchen, Jerman

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.