Batik Indonesia Untuk Dunia!


Berita setempat
schedule 12 Juni 2018
Paris, Perancis
35070778 10213507411531927 1134660656578953216 n

Pergelaran batik di Unesco Paris meraih kesuksesan. Tiga designer Indonesia menampilkan karya mereka dan mendapat kekaguman dari para pengunjung yang datang.

Tiga designer indonesia Edward Hutbarat, Denny Wirawan dan Oscar Lawalata, menampilkan karya batik mereka di Unesco Paris dengan tema Batik for the world. Acara untuk memperingati 9 tahunnya batik sebagai warisan budaya Indonesia di dunia ini meraih kesuksesan!




Untuk koleksi dari Edward Hutabarat  ia menampilkan batik dari daerah pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing  yang dihadirkan secara utuh dengan pembuatan pola terlebih dulu, lalu baru membatik di atas kain-kain yang dipilih sehingga tidak ada kain yang terpotong. Dengan memadukan motif garis yang menjadi identitasnya. Edward yang dikenal dengan panggilan bang Edo, mempresentasikan batik dalam pakaian kasual beach wear, resort look, dengan tampilan longgar dan ringan. "Saya ingin menampilkan bagaimana batik bisa bersanding dengan berbagi barang branded lainnya namun batik tetap menjadi pusat perhatiannya". Tutur Edward.


Edward Hutabarat

Sementara Denny Wirawan menghadirkan inspirasi terbaru dari kain batik Kudus, warisan budaya dari pesisir Jawa tengah yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerajaan di Jawa. Permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dengan kain batik Kudus yang menampilkan motif flora dan fauna nan elok penuh warga ceria. Bagi Denny penting tetap mempertahankan cara pembuatan kain batik secara tradisional bagi karya koleksinya, namun tetap mengikuti mode kekinian.




Denny Wirawan

Oscar Lawalata yang bermukim di Paris, lebih memfokuskan koleksinya untuk konsumen perancis di musim panas. Simpel namun detail khusus seperti bordir dan bahan alami yang menjadi tonjolan perancang muda ini. Baginya batik adalah sesuatu yang sudah spesial dari segi corak, karena itu ia ingin membuat batik menjadi ringan dan cocok digunakan di musim semi dan panas ini. Misalnya berpadu dengan celana pendek atau paduan casual lainnya yang lebih condong diminati oleh konsumen di Perancis.


Oscar Lawalata

Agar batik tetap menjadi bagian peninggalan penting dan kelestariannya selalu terjaga maka acara peringatan 9 tahun batik sebagai warisan indonesia di dunia kembali di gelar untuk menunjukan kembali kekayaan dan perkembangan sejarah Batik Indonesia dengan mengajak para pengrajin batik.

Sebanyak 100 kain batik Indonesia yang dikurasi bersama Yayasan batik Indonesia dan Rumah Pesona Kain dan para designer Indonesia ini didukung oleh Unesco dan KBRI Paris. Menurut Duta Besar Indonesia di Paris bapak Hotmangaradja Pandjaitan "Sangatlan penting mengadakan acara seperti ini untuk memperlihatkan jika Indonesia tetap konsisten dalam mempromosikan batik indonesia dan juga agar masyarakat di dunia tahu mengenai batik indonesia, karena batik tidak hanya berasal dari Indonesia saja namun negara lain, karena itu dengan diadakannya acara-acara seperti ini diharapkan batik indonesia bisa semakin mendunia".



Dalam pembukaan acara Batik for the world yang berlangsung pada 6 juni sebanyak 1400 peserta yang datang. Kesuksesan yang patut dibanggakan oleh Indonesia.

Selain fashion show, selama seminggu di gedung Unesco Paris, para pengunjung bisa secara bebas melihat pameran kain dari berbagai daerah di Indonesia. Penting bagi Indonesia memperlihatkan jika motif batik adalah bukan hanya sekedar hasil mencanting atau cetakan, namun setiap motif memperlihatkan tradisi dan nilai berharga dari setiap daerah di Indonesia.


Dengan diadakannya peringatan 9 tahun batik indonesia sebagai warisan dunia, diharapkan motif-motif batik indonesia bisa semakin dikenal, dan memberikan peluang bagi para pengrajin batik untuk tembus ke pasaran internasional.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.