Seluruh Maskapai Indonesia Bebas dari Larangan Terbang Uni Eropa!


Berita setempat
schedule 21 Juni 2018
Jakarta, Indonesia
35755958 2329320960437663 940563795913211904 o

Sebanyak 55 maskapai penerbangan Indonesia dibebaskan dari larangan terbang Uni Eropa.


Jakarta, 15/6/2018: Pada hari Kamis (14/6) Komisi Eropa telah memperbaharui EU Air Safety List mengenai daftar maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan internasional, dan karenanya tidak diperkenankan beroperasi di wilayah Uni Eropa.

Berdasarkan daftar terbaru tersebut, 55 maskapai penerbangan Indonesia yang masih berada dalam daftar lama telah dikeluarkan dari daftar larangan terbang di Uni Eropa.

Pencabutan ini merupakan hasil kolaborasi yang sangat panjang antara diplomasi,  perbaikan regulasi dan standar keselamatan penerbangan Indonesia yang sudah dimulai sejak 2007.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2007 Uni Eropa memberlakukan larangan terbang untuk seluruh maskapai penerbangan Indonesia ke, dari dan di wilayah Uni Eropa.

Pada 2009 - 2011, secara bertahap maskapai-maskapai penerbangan Indonesia dicabut dari daftar larangan terbang Uni Eropa yaitu Garuda Indonesia, Indonesia Air Asia, Airfast Indonesia, dan Ekspres Transportasi Antarbenua.

Sedangkan pada 2016, 3 maskapai penerbangan Indonesia juga dikeluarkan dari daftar larangan terbang UE, yaitu Lion Air, Batik Air dan Citilink.

Perkembangan ini berpeluang meningkatkan kepercayaan nasional maupun internasional terhadap industri penerbangan Indonesia, menfasilitasi peningkatan industri pariwisata secara lebih solid dan membuka peluang bagi pengembangan industri penerbangan nasional ke Eropa.

Perkembangan positif ini juga mencerminkan hasil kerja sama yang transparan dengan standar terukur dan komitmen Indonesia – UE untuk mencapai peningkatan hubungan bilateral.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.