Christine Hakim Kembali Raih Piala Citra, Film Perempuan Tanah Jahanam

Pemenang Piala Citra ditentukan dengan voting yang dilakukan oleh member FFI yang sudah terdaftar. Member FFI tersebut adalah mereka yang pernah dinominasikan atau menang Piala Citra sejak tahun 1955 hingga 2019.

Gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2020 mencapai puncaknya pada Malam Anugerah Piala Citra. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi dan penjurian terdapat 21 kategori yang mendapat apresiasi pada penyelenggaraan FFI ke-40 ini. Informasi daftar pemenang dapat diakses pada situs resmi Festival Film Indonesia yaitu festivalfilm.id.

Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, FFI tahun 2020 dapat menjadi penanda kemajuan budaya di tengah keterbatasan.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955, FFI digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia. Melalui berbagai penghargaan yang diberikan, publik dan kalangan perfilman sendiri bisa membaca pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir.

Mendikbud menyampaikan, perkembangan perfilman Indonesia patut dirayakan melalui penghargaan kepada para pembuat film. Menurutnya, FFI tahun ini menjadi catatan sejarah karena di saat yang sama, bangsa Indonesia tengah berjuang melewati pandemi Covid-19. “Melalui karya-karya yang membahagiakan dan menggerakkan (kita bangkit),” tuturnya dalam sambutan yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube FFI dan Kemendikbud RI, Sabtu (5/12).

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Hilmar Farid berharap, penghargaan FFI tahun 2020 dapat menjadi penyemangat agar film Indonesia dapat lebih dicintai di rumah sendiri, lebih banyak berkiprah di kancah nasional dan internasional, serta menjadi inspirasi masyarakat dalam menjalani hidup dan mengejar mimpi.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan. Kiranya nyala semangat FFI terus hidup pada tahun-tahun yang akan datang,” imbuh Hilmar.

Turut hadir secara langsung pada perhelatan yang diselenggarakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center ini adalah Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018 – 2020, Lukman Sardi; Duta Festival Film Indonesia 2020, Chicco Jerikho; Laura Basuki; Tissa Biani; Karina Salim; Mawar de Jongh; Aurelie Moeremans; Lyodra; Andi Rianto; Dr. Twindy Rarasati; Yayan Ruhian; dan Erwin Gutawa.

Adapun keseluruhan acara disutradarai oleh Jay Subiakto.Jay Subiakto menjelaskan bahwa acara Malam Anugerah Piala Citra konsepnya terinspirasi dari pekerja film dan keadaan Indonesia terkini. “Ide saya melihat dari perkembangan selama ini dari orang-orang film. Ide pembuka terinspirasi dari akun Instagram KKFauzi yang menggambar Save of Our Cinema dengan tokoh-tokoh yang terkenal di film Indonesia,” ungkap Jay.

Lebih lanjut ia mengisahkan, konsep acara mencerminkan kerinduan orang untuk kembali ke bioskop. Dihadirkan pula tokoh-tokoh dari film yang masuk nominasi seperti ‘Susi Susanti: Love All’ dan ‘The Science of Fictions’, pahlawan super seperti Gatot Kaca, Gundala, Wiro Sableng dan lain-lain. Selain itu ditampilkan juga dokter dan tenaga kesehatan sebagai bentuk tribut kepada para tenaga media yang masih berjuang hingga saat ini.

Jay Subiyakto menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Jumlah penonton dibatasi di area bawah dan balkon. Juga semua kursi-kursi disusun untuk berjarak 1,5 meter. Mematuhi 3 M yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan,” tegasnya.Ketua Komite Festival Film Indonesia 2018 – 2020, Lukman Sardi mengatakan, “Penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2020 tahun ini merupakan tantangan luar biasa bukan hanya dalam penyelenggaraan tapi juga jumlah film yang berkurang.

Ia mengemukakan, keadaan pandemi yang mempengaruhi seluruh lini kehidupan adalah cobaan yang berat. Semua pekerja film terdampak dan banyak pula pekerjaan yang terhambat maupun melambat. “Namun dengan semangat yang tangguh dari semua pihak, keadaan ini jadi momentum luar biasa karena justru banyak hal yang dapat terwujud dalam bentuk empat pilar yaitu kerendahan hati, karya, inklusif, kolaborasi yang saling terhubung di setiap langkah,” tuturnya optimistis.

Berikut adalah pemenang semua kategori FFI 20201. Film Cerita Panjang Terbaik : Perempuan Tanah Jahanam, Sutradara Joko Anwar.

Film Cerita Pendek Terbaik : Jemari yang Menari di Atas Luka-luka, Sutradara Putri Sarah Amelia.

Sutradara Terbaik : Joko Anwar, Film Perempuan Tanah Jahanam.

Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik : Adriyanto Dewo, Film Mudik.

Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik : Ernest Prakasa dan Meira Anastasia, Film Imperfect.

Pengarah Sinematografi Terbaik : Ical Tanjung, Film Perempuan Tanah Jahanam.

Pengarah Artistik Terbaik : Fidya Sylvia Pasaribu, Film Abracadbra.

Penata Efek Visual Terbaik : Gaga Nugraha, Film Ratu Ilmu Hitam.

Penyunting Gambar Terbaik : Dinda Amanda, Film Perempuan Tanah Jahanam.

Penata Suara Terbaik : Mohamad Ikhsan, Film Perempuan Tanah Jahanam.

Penata Musik Terbaik : Aksan Sjuman, Film Humba Dreams.

Pencipta Lagu Tema Terbaik : Ardhito Pramono, Film Fine Today.

Penata Busana Terbaik : Hagai Pakan, Film Abracadabra.

Penata Rias Terbaik : Eba Sheba, Film Abracadabra.

Pemeran Utama Pria Terbaik : Gunawan Maryanto, Film Hiruk Pikuk si Al-Kisah.

Pemeran Utama Perempuan Terbaik : Laura Basuki, Film Susi Susanto : Love All.

Pemeran Pendukung Pria Terbaik : Ade Firman Hakim, Film Ratu Ilmu Hitam.

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik : Christine Hakim, Film Perempuan Tanah Jahanam.

Film Cerita Pendek Terbaik : Jemari yang Menari Di Atas Luka Luka, Sutradara Putri Sarah Amelia.

Film Dokumenter Pendek Terbaik : Ibu Bumi, Sutradara Chairun Nissa.

Film Dokumenter Panjang Terbaik : You and I, Sutradara Fanny Chotimah.

Film Animasi Pendek Terbaik : Prognosis, Sutradara Ryan Andriandhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *