“Wonderful Eid Al Fitr Outing” di Masjid Chaiwan Hong Kong

Sekitar 50 orang lebih telah mengikuti MRC’s Eid Al Fitr Outing pada hari Ahad 29 Maret 2026. Para participant adalah Mualaf dari Pekerja Migrant asal Philippina dan mualaf para Pekerja Migrant asal Indonesia yang berada di Hong Kong. Acara dikoordinasikan oleh Islamic Union Of Hong Kong (Yout, Education and Sports Committee).
Tepat pukul 12 rombongan berangkat dari Masjid Ammar Wan Chai dengan menggunakan travel Bus. Tiba di Chai Wan sekitar jam 12.30 pm, untuk menuju lokasi Masjid yang beralamat di Cape Collinson Road, Tai Tam Gab, Cai Wan ini harus terlebih dahulu dengan short hiking jalan kecil yang tidak bisa di lalui oleh kendaraan umum. Namun perjalanan tetap menyenangkan karena lokasi berada di area perbukitan dan hijau yang tenang, dengan suara burung burung dan suara aliran sungai kecil.

Setelah tiba di Masjid kedatangan rombongan disambut hangat oleh Imam Muhammad Tufail (Imam Masjid Chai Wan). Peserta menerima briefing singkat dari beliau. Dan bersama beliau Imam Tufail memimpin rombongan dalam tour singkat ke area Masjid dan pemakaman Muslim.
Sebelum mengarahkan ke pemakaman beliau menceritakan sedikit tentang sejarah berdirinya. Masjid Chaiwan yang di lanjutkan ke Pemakaman, mengajak kita untuk melihat liang kubur yang telah di siapkan untuk Jenazah. Dihadapan para Mualaf beliau menjelaskan bagaimana seorang muslim yang meninggal dunia dengan tetap menghormati Jenazah dengan cara Islam.

“Kullu nafsin dza’iqatul maut” yang berarti “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati”. Kematian tidak disebabkan karena sakit ini sakit itu atau karena perang dan tidak ada alasan lain. Yang tidak sakit yang sehat bisa bisa mati, yang tidak berangkat perang juga bisa mati, itu semua karena kehendak Allah SWT, jelasnya.
Orang Islam saat dia lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan ketika meninggal dunia juga pengurusan Jenazah nya sangat simple, katanya.
Tidak sampai di situ saja beliau juga memberikan kesempatan pada para Mualaf untuk bertanya jawab. Ada salah satu peserta kenapa di atas kuburan di kasih tanaman/bunga? Beliau menejelasakan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW pernah melewati dua kuburan yang penghuninya sedang disiksa. Beliau kemudian mengambil pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua, dan menancapkannya di atas masing-masing kuburan tersebut. Ketika ditanya alasannya, Rasulullah SAW menjawab: “Mudah-mudahan ini dapat meringankan siksa keduanya selama pelepah kurma ini belum kering” terangnya. Karena di Hong Kong tidak ada pohon kurma maka saya tanam bunga bunga atau tanaman yang Indah. Sebenarnya semua tanaman dan hewan itu bertasbih kepada Allah SWT.

Tibalah Adzan Dhuhur berkumandang dan tak lama kemudian tepat pukul 1.30 sholat Dhuhur berjamaah dan di lanjut kajian singkat oleh Imam.

Pukul 2 di lanjutkan dengan acara makan bersama yang sudah di siapkan menu nasi briyani ayam untuk dinikmati oleh semua peserta Perayaan Idul Fitri dan setelah makan siang sudah di siapkan permainan games yang sangat seru diantaranya adalah bingo Whispering, Sand bag Throwing dan acara puncak yang paling menyenangkan dan di tunggu tunggu adalah lucky draw dan souvenirs buat semua peserta.

