La Maison De L’Indonésie Satukan Diplomasi ASEAN di Rungis, Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Prancis

Paris, Surat Dunia – Upaya memperkuat diplomasi ekonomi ASEAN di Prancis kembali mendapat momentum melalui inisiatif La Maison De L’Indonésie. Dipimpin pendiri sekaligus pemiliknya, Eka Moncarre, lembaga promosi budaya Indonesia tersebut berhasil mempertemukan para perwakilan diplomatik negara-negara ASEAN dalam kunjungan resmi ke Rungis International Market, pasar grosir produk pangan terbesar di dunia, pada Selasa (16/6/2026).

Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan lapangan. Selain memperkenalkan sistem perdagangan pangan modern di Prancis, agenda tersebut juga menjadi wadah membangun jejaring diplomatik, membuka peluang kerja sama ekonomi, serta memperkenalkan potensi kawasan ASEAN kepada salah satu pusat distribusi pangan terbesar di Eropa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Duta Besar Republik Filipina untuk Prancis, Duta Besar Republik Persatuan Myanmar untuk Prancis, perwakilan Kedutaan Besar Republik Demokratik Rakyat Laos, serta perwakilan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE). Kunjungan ini juga ditujukan untuk memperkenalkan Rungis International Market kepada para pejabat diplomatik ASEAN yang baru menjalankan penugasan di Prancis.

Sejak pukul 04.00 pagi waktu setempat, para delegasi diajak meninjau berbagai sektor utama Rungis International Market, mulai dari paviliun hasil laut, daging, produk susu dan keju, buah serta sayuran segar, rempah-rempah, produk premium hingga paviliun bunga. Mereka memperoleh gambaran langsung mengenai rantai pasok dan sistem distribusi pangan modern yang menjadi salah satu model perdagangan terbesar di Eropa.

Selama kunjungan, para peserta juga mengikuti sesi pencicipan berbagai produk unggulan, sementara perpindahan antar paviliun difasilitasi menggunakan transportasi khusus yang disediakan pihak pengelola pasar.

Delegasi ASEAN disambut langsung oleh Presiden Rungis International Market, Stéphane Layani, dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan dilanjutkan dengan sarapan bersama dan pertukaran cendera mata sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan antara Rungis International Market dan komunitas diplomatik ASEAN.

Pada kesempatan tersebut, Eka Moncarre menyerahkan buku L’Indonésie à la Maison kepada Stéphane Layani. Buku yang memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Indonesia kepada masyarakat Prancis itu memiliki makna tersendiri karena salah satu kata pengantarnya ditulis langsung oleh Stéphane Layani sebagai bentuk dukungannya terhadap promosi Indonesia di Prancis.

Menurut Eka Moncarre, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen La Maison De L’Indonésie untuk membangun jembatan dialog dan kolaborasi antara negara-negara ASEAN dengan berbagai institusi strategis di Prancis, khususnya di bidang perdagangan, pangan, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan Rungis International Market kepada komunitas diplomatik ASEAN, tetapi juga membuka ruang bagi penguatan hubungan ekonomi dan pertukaran pengetahuan antara ASEAN dan Prancis. Kami berharap inisiatif ini dapat meningkatkan visibilitas ASEAN serta mendorong lahirnya berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan di masa mendatang,”

Para peserta mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman mengenai ekosistem perdagangan pangan Eropa sekaligus mempererat komunikasi dan sinergi antarperwakilan negara-negara ASEAN di Paris.

Melalui inisiatif ini, La Maison De L’Indonésie kembali menegaskan perannya sebagai penghubung diplomasi masyarakat yang memadukan promosi budaya, ekonomi, dan kerja sama internasional. Di tengah semakin eratnya hubungan ASEAN dengan Prancis dan kawasan Eropa, langkah tersebut diharapkan menjadi pintu pembuka bagi lahirnya kolaborasi baru yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *