Kendang Sunda Buatan Bandung Masuk Koleksi Museum Perkusi Terkemuka di Amerika Serikat
KJRI Chicago memfasilitasi penyerahan donasi seperangkat Kendang Sunda dari Percussive Arts Society–Indonesia Chapter (PAS-IC) kepada Rhythm! Discovery Center (RDC) di Indianapolis, Indiana. Kota ini dikenal sebagai pusat balapan terbesar Indianapolis Motor Speedway dan konser terakhir Elvis Presley dihadapan lebih dari 18.000 fans.
Donasi yang didukung oleh American Indonesian Cultural and Educational Foundation (AICEF) ini menjadikan Kendang Sunda buatan Angga Production dari Bandung, Jawa Barat sebagai koleksi alat musik tradisional Indonesia pertama di RDC, museum dan pusat edukasi perkusi yang berada di bawah naungan Percussive Arts Society (PAS), organisasi perkusi terbesar di dunia.

Acara dihadiri oleh Konjen RI Chicago, Ketua PAS-IC Djati Rekso Wibowo, Direktur Eksekutif PAS Joshua Simonds, perwakilan Indy Arts Council, Indonesianis yang tergabung pada komunitas Gamelan Mojomanis Hirotaka Inuzuka dan seniman perkusi Rob Funkhouser, pengajar gamelan Earlham College Prof. Mark Benamou, dan diaspora Indonesia di Indiana.

“Kami sangat hargai inisiatif PAS-IC dan fasilitasi KJRI Chicago untuk mendonasikan Kendang Sunda yang akan menjadi instrumen musik tradisional Indonesia pertama yang dimiliki oleh RDC. Kendang Sunda ini tidak hanya sebagai koleksi museum, tetapi juga akan menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pelajar, musisi, peneliti, dan masyarakat luas”, ucap Joshua Simonds.
Simonds, diikuti oleh Hiro dan Rob langsung mencoba menabuh Kendang Sunda yang distem oleh penabuh Kendang Sunda kontemporer Indonesia Endang Ramdan, sehingga menghasilkan suara kendang yang merdu.

Ketua PAS-IC Djati Rekso Wibowo berharap donasi ini dapat memperluas pemahaman komunitas perkusi internasional terhadap instrumen tradisional Indonesia di luar gamelan dan angklung yang sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat dan akademisi di Amerika Serikat.
Sementara itu, Konjen RI Chicago Trisari Dyah Paramita menegaskan bahwa Kendang Sunda merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang akan menjembatani hubungan masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat melalui musik, pendidikan, dan pertukaran budaya. Konjen Trisari juga mengharapkan agar setelah Kendang Sunda, menyusul instrumen perkusi tradisional lainnya dapat didonasikan kepada RDC, dan untuk itu mengundang partisipasi pemerintah provinsi/kota dalam upaya ini. KJRI Chicago juga akan menjajaki peluang Kendang Sunda diperkenalkan kepada anak-anak sekolah di Indianapolis dan sekitarnya.

KJRI Chicago memandang kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi positif antara pegiat budaya Indonesia, diaspora, organisasi profesi internasional, dan Perwakilan RI dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia.Ke depan, KJRI Chicago akan terus menjajaki kerja sama dengan PAS dan berbagai mitra terkait termasuk PAS-IC untuk meningkatkan promosi instrumen musik tradisional Indonesia di Amerika Serikat. Salah satu kegiatan yang akan diikuti oleh KJRI adalah Percussive Arts Society International Convention (PASIC) yang akan diselenggarakan pada 11–14 November 2026 di Indianapolis. Seniman perkusi terkemuka Indonesia, Gilang Ramadhan pernah tampil pada PASIC tahun 2003.
Sebagai konvensi perkusi terbesar dan paling bergengsi di dunia, PASIC mempertemukan ribuan musisi, pendidik, mahasiswa, pelaku industri, dan produsen instrumen musik dari berbagai negara, sehingga menjadi platform strategis untuk memperkenalkan seni dan instrumen musik Indonesia kepada khalayak internasional dan menjajaki peluang ekspor instrumen musik tradisional ke pasar Amerika Serikat.

