Meeta Hadirkan Koleksi JALIN di IN2MF 2026, Merangkai Warisan dan Menyambung Generasi
JALIN menjadi tema koleksi Meeta Fauzan yang mengangkat kesinambungan warisan tekstil Nusantara melalui interpretasi fashion modest kontemporer. Mengusung tagline “Merangkai Warisan, Menyambung Generasi”, koleksi ini menghadirkan pertemuan antara nilai tradisi, eksplorasi material, dan konstruksi desain modern.

Terinspirasi dari filosofi Ulos Jugia-jugia sebagai simbol perjalanan menuju kelengkapan dan kesinambungan generasi, JALIN memaknai warisan sebagai sesuatu yang tidak berhenti pada masa lalu. Warisan diterima, dirangkai kembali sesuai perkembangan zaman, kemudian diteruskan kepada generasi berikutnya dalam bentuk yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Dalam koleksi Meeta kali ini, Ulos Jugia-jugia dan Tenun Bulu Majalaya menjadi dua wastra Nusantara yang dipadukan dengan material modern, seperti linen, serta eksplorasi konstruksi busana, layering, dan manipulasi kain. Perpaduan tersebut menghadirkan pendekatan desain yang mempertemukan kekayaan tekstil tradisional dengan karakter fashion modest kontemporer.
Bordir sebagai Benang Merah Koleksi
Salah satu elemen penting dalam JALIN menurut Meeta adalah kolaborasi bordir MeRaPi Pattern. Elemen bordir ini menjadi benang merah yang menyatukan berbagai material dan elemen desain, sekaligus memperkuat pesan tentang hubungan antargenerasi yang terus berlanjut.
Motif Ulos Jugia-jugia dipadukan dengan motif border geometris MeRaPi Pattern melalui detail bordir dan teknik manipulating fabric, termasuk smock. Eksplorasi tersebut tidak hanya memperkaya tekstur dan tampilan busana, tetapi juga menerjemahkan gagasan merangkai ke dalam bentuk visual dan konstruksi.

MeRaPi Pattern memiliki filosofi tersendiri. Ketegasan garis lurus melambangkan kekuatan iman, lengkungan menggambarkan keluwesan dalam menjalani kehidupan, sedangkan titik-titik menjadi simbol tahapan atau pencapaian dalam perjalanan spiritual menuju kesuksesan dan keridhaan Allah SWT.
Melalui elemen tersebut, ornamen tidak sekadar menjadi hiasan, melainkan membawa pesan tentang nilai spiritual, perjalanan hidup, dan proses mencapai tujuan.
Eksplorasi Warna, Material, dan Siluet
JALIN menggunakan palet warna earthy dan heritage yang terdiri atas maroon, hitam atau deep navy, cream, taupe atau beige, serta aksen hijau-biru dengan nuansa muted yang terinspirasi dari karakter wastra Nusantara.

Detail desain meliputi bordir geometris, garis sambungan, smock, layering, serta eksplorasi tekstur tenun. Seluruh elemen dirancang untuk memperlihatkan gagasan merangkai, baik melalui perpaduan material maupun struktur busana.
Dari sisi siluet, koleksi ini mengusung karakter contemporary modest dengan potongan longline, layered, relaxed, dan structured. Ragam busananya mencakup blazer, long vest atau outer, tunik, long dress, rok panjang, serta celana berpotongan loose dan wide-leg.

Koleksi JALIN terdiri atas delapan looks yang mengeksplorasi kemungkinan pengolahan wastra tradisional dalam rancangan busana yang memiliki karakter kontemporer, tanpa melepaskan keterkaitannya dengan akar budaya.
Merangkai Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan
Bagi Meeta, kain bukan sekadar material untuk membentuk busana. Di dalamnya terdapat cerita, identitas, nilai, dan perjalanan generasi yang saling terhubung.

Melalui pertemuan Ulos Jugia-jugia, Tenun Bulu Majalaya, linen, konstruksi modern, serta bordir MeRaPi Pattern, koleksi ini mengajak melihat warisan budaya sebagai sesuatu yang terus hidup dan berkembang.

JALIN menempatkan fashion sebagai salah satu medium untuk meneruskan warisan Nusantara kepada generasi berikutnya. Apa yang diterima hari ini dirangkai kembali dengan pendekatan baru, sehingga tradisi tetap memiliki ruang untuk tumbuh, menemukan bentuknya, dan hadir dalam kehidupan masa depan.

