Lima Chef Diaspora Indonesia dari Lima Kota di Eropa Satukan Rasa Nusantara di London
London, 18 Oktober 2026 — Kuliner menjadi salah satu cara Indonesia memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat internasional. Semangat inilah yang dihadirkan melalui Passport to Nusantara – Private Dinner, sebuah acara diplomasi kuliner yang mempertemukan lima chef diaspora Indonesia dari lima kota di Eropa dalam satu dapur di London.
Kegiatan yang digelar pada 16 Oktober 2026 di Toba Restaurant ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bersama Toba Restaurant dan Plesir Travel. Mengusung tema “Five Elements, Five Chefs, One Kitchen”, acara tersebut menghadirkan pengalaman kuliner yang memadukan kekayaan tradisi Nusantara dengan kreativitas para chef Indonesia yang berkiprah di Eropa.

Diinisiasi oleh Toba Restaurant, Passport to Nusantara berlangsung selama dua hari, pada 16–17 Oktober 2026, dan terbuka bagi para pecinta kuliner di London.
Lima chef diaspora yang berpartisipasi adalah Chef Pino dari Toba Restaurant, London; Chef Agus dari Ron Gastrobar, Amsterdam; Chef Anie dari Makan-Makan, Paris; Chef Taufik dari Kendang Restaurant, Wina; serta Chef Sukma dari Liège.
Masing-masing chef menghadirkan interpretasi kuliner Indonesia dengan inspirasi lima elemen, yakni api, air, tanah, udara, dan rempah. Konsep tersebut menjadi benang merah dalam perjalanan rasa yang mengajak para tamu mengenal kekayaan kuliner Nusantara melalui perspektif dan teknik memasak yang beragam.

Berbekal latar belakang dan pengalaman masing-masing, para chef mengolah inspirasi dari tradisi kuliner Indonesia menjadi sajian yang mencerminkan keberagaman sekaligus kreativitas gastronomi Indonesia di panggung internasional.
Kuliner sebagai Bahasa Diplomasi
Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Dr. Desra Percaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa kuliner memiliki peran penting sebagai bahasa diplomasi universal yang dapat menjembatani perbedaan budaya dan mempererat hubungan antarbangsa.

Melalui Passport to Nusantara, para tamu diajak mengenal Indonesia dengan pendekatan yang berbeda, yakni melalui pengalaman menikmati makanan, bukan hanya melalui pidato atau pertemuan formal.
Konsep perjalanan lintas Nusantara juga dihadirkan melalui paspor khusus yang dibagikan kepada para tamu. Mereka dapat mengumpulkan stempel dari para chef pada setiap sajian yang diperkenalkan.
Para tamu yang hadir terdiri atas pemengaruh atau key opinion leader, jurnalis, pakar kuliner, pelaku industri pariwisata, tokoh masyarakat, serta korps diplomatik di London. Pengalaman bersantap tersebut turut dilengkapi dengan pengenalan berbagai destinasi wisata Indonesia, memperlihatkan hubungan erat antara kuliner dan pariwisata dalam mempromosikan Indonesia kepada dunia.
Kuliner Berpadu dengan Seni Budaya Nusantara
Suasana acara semakin semarak dengan pertunjukan tari tradisional, alunan musik Sasando, serta lagu Indonesia yang dibawakan oleh talenta diaspora Indonesia di London.
Perpaduan kuliner, tari, dan musik menghadirkan pengalaman budaya yang lebih menyeluruh. Para tamu tidak hanya diajak menikmati cita rasa Indonesia, tetapi juga mengenal keberagaman ekspresi seni dan budaya Nusantara.
Kolaborasi antara KBRI London, Toba Restaurant, dan Plesir Travel menunjukkan peran penting kerja sama antara perwakilan pemerintah, pelaku industri kreatif, dan diaspora dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.
Melalui pendekatan yang memadukan pengalaman kuliner dan seni budaya, kegiatan ini juga membuka ruang pertemuan bagi berbagai kalangan untuk membangun hubungan dan menjajaki peluang kerja sama baru.
Duta Besar Desra Percaya berharap pertemuan lima chef dalam satu dapur dapat menjadi gambaran bagaimana beragam gagasan dan perspektif bisa bertemu, saling melengkapi, serta membuka peluang kemitraan.
Menurutnya, kemitraan yang bermakna, sebagaimana hidangan terbaik, dibangun di atas kepercayaan, kemurahan hati, dan semangat berbagi.
Bagian dari Rangkaian Diplomasi Kuliner Indonesia

Penyelenggaraan Passport to Nusantara bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia yang tahun ini mengusung tema “Innovate today. Nourish tomorrow.” Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa warisan kuliner

