Wanita Indonesia ini Dikenal Menyembuhkan Rasa Sakit Lewat Seni dan Kekuatan Pijatnya

Ketika saya memijat jari-jari tangan saya bergerak sendiri, serasa mereka lebih dominan daripada otak saya yang mempelajari teknik memijat cukup dalam. Bahkan kadang saya merasa, bukan tangan sayalah yang sedang memijat. Itu adalah sedikit dari penggalan tulisan yang disampain Wuwun Hely, pemijat asal Indonesia lewat karya bukunya berjudul “Massage Balinais” yang kini berkarir di Paris Prancis.

Nama Wuwun sudah tidak asing di kalangan diaspora Indonesia sebagai pemijat, apalagi orang Indonesia di manapun berada tetap membutuhkan pijatan sebagai obat relaksasi dan penyembuhan. Saat ini, dirinya dikenal tidak hanya di kalangan diaspora Indonesia juga bagi banyak orang Prancis. Menyadari dirinya memiliki kemampuan terapi pengobatan dengan pijat, Wuwun ingin membagi ilmu yang ia miliki kepada publik lewat karya tulisannya, terbitan Sydney Laurent. Dini Kusmana Massabuau dari Surat Dunia menemui Wuwun Hely untuk berbincang lebih jauh di Paris.

Surat Dunia (SD) : Selamat siang Wuwun, terimakasih atas buku yang sudah diberikan kepada kami dan kesempatan untuk membacanya.

Wuwun : Terimakasih Dini sudah tertarik dengan buku dan perjalanan saya dalam memijat.

SD : Profesi anda sebagai pemijat cukup menarik karena melihat latar belakang anda adalah psikolog ?

Wuwun : Ya betul sekali, jujur saja saya memang belajar memijat justru setelah bermukim di Prancis. Latar belakang saya adalah pendidikan Psikologi dan Master dibidang marketing. Tapi sejak di Indonesia saya sudah sering diminta memijat beberapa kenalan, katanya tangan saya enak untuk memijat. Lalu ketika akhirnya saya pindah ke Prancis, ternyata ijazah saya tidak berlaku di sini, dan jujur saja untuk memulai karir kantoran istilahnya sayapun sudah malas karena ingin konsentrasi mengurus anak. Maka saya berpikir untuk memperdalam terapi pijat. Dan secara pendidikan massage, saya menimba ilmu di Indonesia dan Prancis. Kini sudah 10 tahun saya menjalani profesi sebagai terapi pijat dan sekitar 6 tahun saya juga memberikan pengajaran dibidang massage. Saat ini saya memiliki sekolah bernama BaliZen.

SD : Apa yang membuat anda ingin menerbitkan buku massage di Prancis ?

Wuwun : Sebenarnya menulis buku sudah saya tekuni sejak lama. Dua buku sudah saya terbitkan dari Gramedia, berbentuk novel. Sebagai pengajar, saya perhatikan belum ada buku mengenai pijat Indonesia di Prancis padahal massage Balinais sudah sangat terkenal, kalau negara lain misalnya Spanyol sudah ada. Murid yang datang untuk belajar pijat kepada saya latar belakang mereka berbeda-beda. Hal inilah yang mendorong saya untuk membuat buku pedoman pijat dari Indonesia selain untuk memperkenalkan pijat Indonesia juga melestarikan terapi kesehatan budaya kita agar banyak orang Prancis yang tahu secara pasti bahwa pijat Balinais adalah milik Indonesia dan bukan karya negara lain.

SD : Lalu mengapa judul buku yang anda pilih “Massage Balinais” dan bukan Massage Indonesia ?

Wuwun : Dalam buku saya, bisa dilihat sejarah dari pijat Bali. Sebenarnya massage Balinais itu bukan pijat yang berasal dari Bali namun pijat Indonesia. Di Indonesia seperti yang kita tahu adanya pijat tok. Tidak ada istilah pijat Sumatera, Jawa, Kalimantan dan lainnya kita selalu menyebutnya terapi pijat. Nah pembuatan buku ini yang memakan waktu hingga 2 tahun membuat saya mencari banyak sekali sumber-sumber dari berbagai tempat, pakar dan metodenya. Saya juga mengunjungi Kraton Surakarta dan mendapatkan banyak ilmu sejarah yang diberikan secara langsung.

Bersama Gusti Kanjeng Ratu Dra. Koes Moertiyah Wandasari, M.Pd

Dari sumber-sumber yang ada sebetulnya pijat di Indonesia itu bukan berdasarkan pulau. Jadi menurut yang saya dapatkan analisa dari semua sumber, massage Balinais itu adalah pijat Internasional dari massage Indonesia. Dan di Indonesia sendiri tidak ada pijat berdasarkan pulau, kalaupun ada yang di taruh di SPA hanya berdasarkan interpretasi masing-masing saja. Begitu halnya dengan di luar negeri. Meskipun boleh dibilang pijat adalah merupakan terapi kesehatan yang paling banyak digunakan di Jawa khususnya di Kraton, misalnya masa Majapahit pijat sangat digunakan sebagai terapi kesehatan bagi para putri-putri kraton.

Memang kini pijat Indonesia ‘Gong’ nya di Bali. Mungkin karena peperangan Majapahit dengan Bali yang berhasil menaklukan pulau tersebut maka tradisi pijat jawapun tersebar di sana. Dan mengapa kini pijat Bali lebih dikenal di luar negeri, sejarah menyatakan berkat banyaknya orang belanda yang pada awalnya tinggal di Bali menyebutnya Balinaise Massage dan kata itu hingga kini yang lebih banyak dikenal dan digunakan oleh berbagai SPA di luar negeri.

SD : Saat ini terapi pijat semakin banyak dipilih orang asing seperti di Prancis ini. Bagaimana menurut anda ?

Wuwun : Betul sekali semakin lama terapi pijat semakin dihargai di Prancis. Kita lihat setiap adanya pameran mengenai kesehatan pijat selalu diikutsertakan. Saya rasa hal ini juga karena masyarakat mulai banyak yang beralih kepada pengobatan alami dan jenuh dengan obat-obatan sebagai penyembuhan untuk masalah artikulasi misalnya. Dan kesempatan ini haruslah kita gunakan sebagai promosi terapi pengobatan alternatif dari Indonesia yang merupakan warisan dan sudah kita kenal sejak lama.

SD : Dengan buku ini apa yang anda harapkan ?

Wuwun : Buku ini saya susun dengan struktur berisi pengetahuan dari segi teori dan praktiknya. Orang yang membaca tidak hanya mendapatkan cara memijat namun juga pengetahuan akan sejarah dan ilmunya secara lengkap. Saya juga menerangkan teori energetik karena energi itu nantinya berpengaruh kepada jiwa, sesuatu yang sangat abstrak. Sesuatu yang tak terlihat ini yang saya ingin jelaskan juga secara rasional. Dengan membaca buku “Massage Balinais” ini saya berharap orang tidak hanya mendapatkan praktik memijat saja namun menambah khasanah ilmu pengetahun dan mengenai asal usul pijat Indonesia lebih dalam.

2 tanggapan untuk “Wanita Indonesia ini Dikenal Menyembuhkan Rasa Sakit Lewat Seni dan Kekuatan Pijatnya

  • 12 Oktober 2022 pada 16 h 58 min
    Permalink

    Ikut bangga bacanya

    Balas
  • 13 Oktober 2022 pada 8 h 07 min
    Permalink

    Satu lagi kekayaan tradisional Indonesia yang bisa mendunia. Selamat bu Wuwun, teruskan promosi pijat Indonesia.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *