Sisa Produk Industri Jok Mobil di Desa Wanasalam Diubah menjadi Produk Kerajinan Tangan

Di Desa Wanasalam terdapat sebuah pabrik yang memproduksi jok mobil. Limbah industri pabrik ini dimanfaatkan Pemerintah Desa Wanasalam untuk dijadikan kerajinan yang mempunyai nilai ekonomi seperti produk tas dan sajadah. Per bulannya terdapat kurang lebih 2000 kg limbah industri ini yang dihasilkan dari produksi jok mobil. Limbah sebesar ini diserahkan kepada Pemerintah Desa Wanasalam untuk diberdayakan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi atau dijual begitu saja kepada pengepul dengan harga murah.

Produk yang dihasilkan

Usaha untuk pemanfaatan limbah jok mobil sudah dimulai dalam 4 bulan yang lalu dalam bentuk telah tersedianya empat mesin jahit yang dioperasikan oleh warga di Balai Desa. Kelompok PKK bersama warga telah memiliki kemampuan menjahit pada level awareness saja. Ini sebagai modal dasar warga untuk ditingkatkan ke tahap ketrampilan produksi yang lebih baik. Meskipun demikian, tahap ketrampilan ini membawa kepada konsekuensi belum dimilikinya kemampuan untuk menghasilkan produk yang berkualitas sesuai spesifikasi di pasaran. Situasi ini juga yang mendasari proposal KKM diajukan kepada Kemendikti agar percepatan produksi dengan kualitas tinggi dapat dicapai melalui penerapan teknologi tepat guna yang pelaksanaanya melibatkan para akademisi, mahasiswa dan mitra terkait. 

Diantara permasalahan yang dihadapi oleh kelompok PKK dan warga desa Wanasalam dalam usaha menghasilkan produk kerajinan dari material kulit dan bahan sintesis adalah diantaranya: tidak adanya kualitas yang seragam dari hasil pemotongan material karena proses pemotongan masih dilakukan secara manual. Dengan tidak tersedianya alat pemotong yang efektif untuk bahan kulit dan material sintesis padahal ini merupakan bahan dasar untuk produksi kerajinan di antaranya berupa tas dan sajadah maka disamping tidak terjaminnya kualitas juga berpengaruh kepada durasi produksi makin lama, isiko kecedaraan saat pemotongan manual cukup tinggi karena pola yang akan dihasilkan mempunya bentuk yang banyak lekuk-lekuk tajam, ketrampilan mengelola produksi rendah karena para penerima manfaat adalah mayoritas ibu-ibu PKK atau warga desa yang menganggur. Ini akan memperburuk kualitas produk dan tidak tersedianya dana untuk penyediaan alat pemotong yang diperlukan.

Serah Terima Alat Pemotong Kulit Kepada Wakil Warga Desa Wanasalam

Fokus dari kegiatan pengadian ini adalah usaha untuk memberikan teknologi tepat guna pada fasa awal dalam produksi kerajinan kulit dari bahan baku material sisa dari pabrik pembuatan jok mobil merek ternama. Teknologi tepat guna yang ditawarkan adalah alat pemotong material kulit yang efektif digunakan pada fasa awal di dalam production line kerajinan untuk menghasilkan produk seperti tas maupun sajadah dan karpet yoga. Alat ini berfungsi untuk menghasilkan lembaran-lembaran kain berbahan kulit dan sintesis yang memiliki ketebalan skala mili meter dengan hasil berkualitas tinggi. Dengan hadirnya alat ini, kualitas tepi dan sambungan material saat dijahit nanti tetap tinggi. Bahkan untuk fasa akhir quality control produk dapat memanfaatkan alat ini apabila terdapat produk yang memiliki minor defect. Masalah pemotongan secara manual diantaranya adalah tidak seragamnya kualitas produk dan adanya risiko cedera karena menggunakan gunting yang tajam.

Indikator Kerja Utama dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diantaranya adalah tercapainya peningkatan produktivitas, naiknya pengetahuan dan ketrampilan dengan adanya peralatan baru yang melengkapi production line, berkurangnya risiko kecederaan, dan bertambahnya aset yang dimiliki oleh kelompok PKK pedesaaan. Pelatihan dan workshop diberikan oleh tenaga pakar sehingga warga desa mampu dalam tata kelola bisnis dan strategi pemasaran baik yang umum maupun secara online agar sesuai dengan permintaan. Usaha ini akan membawa warga kepada mendapatkan pendapatan yang lebih baik dan mengurangi dampak lingkungan akibat limbah.

Para Tim berserta pelajar

Proyek pengabdian dan kontribusi Universitas Sangga Buana ini diketuai oleh Wisnu Wijaya, ST. MT dengan anggota Dr. Winardi Sani, Dr. Dety Mulyanti, Dr. Didin Saepudin, Dr. Ricky Agusiady, dan Slamet Riyanto, MT. Sedangkan mahasiswa jurusan Teknik Mesin yang terlibat M.C Firdaus, Wildhan NN, Yoga, Salas, dan Trisna. Proyek ini disponsori oleh Kemedikbud RI.

2 tanggapan untuk “Sisa Produk Industri Jok Mobil di Desa Wanasalam Diubah menjadi Produk Kerajinan Tangan

  • 23 Desember 2022 pada 16 h 01 min
    Permalink

    Alhamdulillah…terima kasih kepada Surat Dunia telah memuat berita proyek sosial yang dilaksanakan oleh tim Universitas Sangga Buana, Bandung…

    Balas
  • 28 Desember 2022 pada 12 h 56 min
    Permalink

    Ban bekas sudah trend juga di LN loh hayo maju.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *