Sinema Indonesia Dapat Sorotan Khusus di Pembukaan Festival de Cannes
Cannes, Prancis – Festival Film Cannes resmi dibuka dan sinema Indonesia mendapat sorotan khusus melalui kehadiran delegasi besar yang terdiri dari lebih dari 50 orang. Delegasi tersebut mencakup perwakilan Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jakarta, serta Badan Perfilman Indonesia (BPI), yang menegaskan semakin kuatnya posisi perfilman Indonesia di panggung internasional.
Kehadiran Indonesia di Cannes tahun ini ditandai oleh program Next Step Studio Indonesia, sebuah inisiatif yang diselenggarakan oleh La Semaine de la Critique dan mendapat dukungan dari Ambassade de France en Indonésie serta Institut Français d’Indonésie.
Program tersebut menampilkan empat film pendek yang diproduksi di Jakarta dan mengangkat karya empat sutradara Indonesia, yaitu Reza Rahadian, Khozy Rizal, Reza Fahriyansyah, dan Shelby Kho. Pemutaran perdana dunia berlangsung pada 14 Mei pukul 15.30 di Miramar. Tiket pemutaran tercatat habis, sementara akses masih terbuka bagi pemegang badge apabila tersedia kursi.


Selain itu, sinema Indonesia juga mendapat perhatian melalui kehadiran karya-karya yang dipresentasikan dalam forum industri Cannes. Kamila Andini dan Ifa Isfansyah mempresentasikan film Four Seasons in Java di Marché du Film, sementara Angga Dwimas Sasongko membawa proyek film Ratu Malaka yang dipresentasikan di Frontières Market.


Partisipasi Indonesia turut diperkuat melalui dua sesi diskusi penting. Sesi pertama bertajuk Next Step Studio – “Conversations on the Craft of Acting in an International Coproduction”, berlangsung pada 15 Mei pukul 15.30 di Hôtel Barrière Le Gray d’Albion. Sesi kedua bertajuk Producers Network x Spotlight Asia – Case Study Four Seasons in Java, berlangsung pada 17 Mei pukul 17.30 di Producers Club (Lérins).

Delegasi Indonesia juga dapat ditemui di dua paviliun resmi yang berlokasi di area Palais. Paviliun Indonesia berada di Palais, level -1, booth 1B-E23, sementara Paviliun Jakarta berada di Palais, level -1, booth 22.02.
Dengan rangkaian program, presentasi film, dan partisipasi aktif di forum industri, sinema Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan baru yang diperhitungkan di ekosistem perfilman global.

