40 MoU Baru Warnai Pertemuan JWG Prancis–Indonesia ke-14 di Angers
Penelitian, dan InovasiAngers, Prancis, 1–3 Juli 2026 — Pertemuan Joint Working Group (JWG) Prancis-Indonesia ke-14 diselenggarakan di Angers, Prancis, pada 1-3 Juli 2026, sebagai forum utama untuk memperkuat kerja sama akademik, penelitian, inovasi, dan mobilitas antara kedua negara. Kegiatan ini mempertemukan sekitar 350 peserta dari lebih dari 60 perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia serta lebih dari 60 perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra industri di Prancis. Edisi tahun ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Rangkaian acara dibuka dengan resepsi penyambutan (Welcome Reception) yang diselenggarakan di Musée Jean Lurçat, Angers, pada 1 Juli 2026, dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Angers urusan Hubungan Internasional, Marianne Desset, Présiden Université d’Angers, Françoise Grolleau, Rektor dan CEO ESSCA, Jean Charroin, serta perwakilan Kementerian Indonesia dan Prancis.
Pertemuan ini menghadirkan dua sesi pleno yang membahas kebijakan nasional pendidikan tinggi dan riset ilmiah kedua negara, skema pembiayaan (di antaranya Beasiswa LPDP, Program Erasmus, dan Beasiswa Garuda), serta testimoni dari pelaku industri seperti Thales dan Naval Group. Diskusi juga diperkaya dengan 12 lokakarya tematik (Thematic Workshops) yang mencakup bidang-bidang prioritas, di antaranya: Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kemaritiman, One Health, Kualitas Publikasi Riset, Energi (termasuk energi nuklir), Digital dan AI, Ilmu Politik, Bisnis dan Manajemen, Budaya-Seni-Pariwisata, Rekayasa Teknik, serta Manajemen Mobilitas.

Sebagai capaian konkret pertemuan ini, sebanyak 40 nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama baru ditandatangani antara perguruan tinggi Indonesia dan Prancis, mencakup berbagai bentuk kemitraan mulai dari pertukaran mahasiswa, program gelar ganda (double degree), hingga kerja sama riset. Beberapa di antaranya:
• Institut Teknologi Bandung dengan CentraleSupélec, Université Paris-Saclay, dan IMT Atlantique
• Universitas Indonesia dengan Université Paris-Saclay
• Universitas Gadjah Mada dengan IMT Atlantique
• IPB University (melalui Universitas Brawijaya) dengan Institut Agro
• Universitas Islam Indonesia dengan University of Limoges, Rennes School of Business, Université de Toulouse, dan UniLaSalle Polytechnic
• Universitas Negeri Surabaya dengan sembilan institusi Prancis sekaligus, termasuk Université Paris Sciences & Lettres, Sciences Po, dan AgroParisTech
• Universitas Negeri Yogyakarta dengan empat universitas Prancis, termasuk Université de Tours dan Université de Poitiers
• Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan Centrale Lille, Télécom Paris, dan IMT Atlantique
• Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan Aix-Marseille Université dan Université Savoie Mont Blanc.
Dalam sambutannya pada Welcome Reception, Atase Pendidikan KBRI Paris, Dr. Syarifa Hanoum, menyampaikan bahwa pertemuan ini merayakan lebih dari sekadar pembukaan kelompok kerja baru, melainkan sebuah kemitraan jangka panjang yang telah tumbuh semakin kuat selama 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis, didorong oleh visi bersama untuk memajukan pengetahuan, inovasi, dan peluang bagi generasi mendatang.

Ia menekankan bahwa Indonesia dan Prancis merupakan mitra alami dalam upaya ini, Indonesia membawa energi generasi muda, pertumbuhan yang dinamis, serta komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan riset, sementara Prancis membawa tradisi panjang keunggulan akademik, inovasi ilmiah, dan reputasi internasional.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan kemitraan ini tidak hanya diukur dari statistik atau dokumen yang ditandatangani, melainkan dari mahasiswa yang kehidupannya berubah, peneliti yang membangun kolaborasi seumur hidup, serta persahabatan yang terus menjembatani kedua bangsa.
Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh ESSCA School of Management, Université d’Angers, dan Institut Français d’Indonésie (IFI). Adapun Delegasi Indonesia diwakili oleh Agus Haryono, Deputy for Innovation Research Facilitation, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badri Munir Sukoco, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pemerintah Prancis turut diwakili oleh Jules Irrmann dari Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.
Pertemuan ini kembali menegaskan komitmen bersama Prancis dan Indonesia untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi guna menghadapi berbagai tantangan global.

