Pikat Generasi Muda Prancis, KJRI Marseille Sukses Gelar Workshop Batik di Cannes

Cannes, 5 November – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Marseille kembali memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Prancis Selatan melalui penyelenggaraan Atelier Batik (Workshop Batik) di Lycée Professionnel des Métiers des Coteaux, Cannes, pada Kamis (5/11). Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan seniman asal Indonesia, Ibu Cira Bhang.

Sebagai salah satu program unggulan KJRI Marseille dalam mempromosikan budaya Indonesia di Prancis Selatan, Atelier Batik kali ini diikuti oleh 30 siswa dan siswi program Diplôme National des Métiers d’Art et du Design (DNMADE), bidang Mode dengan spesialisasi Inovasi Mode dan Bahan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diperkenalkan lebih dekat dengan seni membatik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO, sekaligus berkesempatan mengeksplorasi potensi batik sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan desain dan inovasi mode.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah maupun para peserta. Pengajar kelas mode, Ibu Elisabeth Bastardo, menyampaikan apresiasinya dan menilai bahwa kegiatan Atelier Batik telah memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran serta memperkaya kurikulum pendidikan di sekolahnya.

Antusiasme serupa juga disampaikan oleh Quentin, salah satu peserta workshop, yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif dan ide-ide baru bagi para siswa dalam merancang busana.Lebih lanjut, pihak sekolah menyampaikan harapan untuk dapat mengintegrasikan pembelajaran membatik ke dalam kurikulum sekolah. Hal ini menjadi peluang positif bagi pengenalan seni dan teknik membatik Indonesia secara lebih berkelanjutan kepada generasi muda Prancis, khususnya di bidang pendidikan seni dan desain mode.

Melalui penyelenggaraan Atelier Batik, KJRI Marseille berharap dapat terus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Prancis Selatan, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan kreativitas antara seniman Indonesia dan generasi muda Prancis. Dengan demikian, batik tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan inovasi dalam perkembangan industri kreatif global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *